Satnarkoba Polres Waykanan Bekuk Pemuda Pemilik Tembakau Sintetis

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Satres Narkoba Polres Waykanan berhasil membekuk RNR (22) warga Blambangan Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu, Waykanan yang diduga sebagai pelaku penyalahgunaan Narkotika jenis tembakau sintetis di pinggir Jalan Lintas Sumatera Kelurahan Tiuh Balak Pasar Kecamatan Baradatu Kabupaten Waykanan.

Kapolres Waykanan AKBP Binsar Manurung melalui Kasat Narkoba IPTU Mirga Nurjuanda menerangkan bahwa penangkapan terhadap tersangka berawal pada Kamis tanggal 24 Juni 2021 sekitar pukul 14.00 WIB, anggota Satres Narkoba mendapat informasi dari masyarakat bahwa sering terjadi peredaran gelap Narkotika melalui media sosial. 

Bacaan Lainnya

Menindaklanjuti informasi tersebut anggota Satres Narkoba Polres Waykanan langsung melakukan penyelidikan. 

Hasilnya diamankan seorang laki-laki berinisial RNR di pinggir jalan Lintas Sumatera Kelurahan Tiuh Balak Pasar Kecamatan Baradatu Kabupaten Waykanan setelah keluar dari kantor jasa pengiriman atau ekspedisi tanpa perlawanan. 

“Dalam penindakan kami berhasil mengamankan barang bukti pada genggaman tangan sebelah kanan tersangka berupa bungkusan plastik warna bening yang terdapat kertas warna putih yaitu resi pengiriman dari salah satu kantor ekspedisi di baradatu dengan nama dan alamat jelas pengirim dan penerima kepada RNR,” kata IPTU Mirga.

Setelah dibuka, lanjutnya, bungkusan tersebut didalamnya terdapat satu bungkus amplop klip warna coklat dengan merk Themistix.Inc yang berisikan daun kering diduga narkotika jenis tembakau sintetis dengan berat bruto 6,09 gram dan berat bersih 3,60. 

Selain itu terdapat juga satu buah botol kaca warna hitam merk sanmol, satu buah busa bekas warna putih dan satu lembar stiker bertuliskan Themistix.INC. 

Oleh petugas selanjutnya tersangka beserta barang bukti dibawa ke Polres Waykanan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

“Tersangka akan kami jerat dengan pasal 112 ayat 1 UU RI No.35/2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat empat tahun paling lama 12 tahun, Pungkasnya,” ungkap IPTU Mirga Nurjuanda.(sah/mlo)


Pos terkait