Satu Warga Batuketulis Positif Covid-19 di Bandar Lampung, Puskesmas Gerak Cepat Lakukan Tracing 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Menindaklanjuti adanya satu warga Pekon Luas, Kecamatan Batuketulis, Kabupaten Lampung Barat berinisal Ny. HA (18) yang terkonfirmasi positif terpapar Virus Corona atau Covid-19 di Kota Bandar Lampung. UPT Puskesmas Rawat Inap (PRI) Batukebayan bergerak cepat melakukan tracing kepada seluruh warga yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien.

Dalam tracing tersebut, sebanyak lima anggota keluarga pasien telah menjalani pemeriksaan Rapid Test. Meskipun hasil kelimanya dinyatakan non reaktif, namun dua diantaranya yaitu ayah dan adik pasien tetap menjalani Swab dan kini tengah menunggu hasil laboratorium.

Bacaan Lainnya



Dikonfirmasi, Kepala UPT PRI Batukebayan Sarwo Edi Wahono S.K.M, membenarkan adanya satu warga setempat yang terkonfirmasi positif Covid-19 di kota Bandar Lampung. Namun pihaknya sendiri belum mengetahui asal klaster dari pasien tersebut.

“Terkonfirmasinya satu warga Pekon ini kami dapati informasinya  pada hari Minggu (13/9), namun kita belum tahu dari klaster mana, karena pasien ini kan seorang mahasiswa di salah satu universitas di Kota Bandarlampung, namun sebelum dinyatakan positif Covid-19 ia juga sempat berkunjung ke Jakarta, jadi kita belum tahu kenanya dimana,” papar Sarwo.

Meski kelima anggota keluarga tersebut non reaktif berdasarkan hasil rapid test dan sembari menunggu hasil swab dari dua orang diantaranya, saat ini warga tersebut tengah menjalani isolasi mandiri.

“Sambil menunggu hasil swab dua orang yaitu ayah dan adik pasien ini, semuanya sedang menjalani isolasi mandiri dan kita berdoa hasil negatif dan kepada masyarakat kami terus mengimbau agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang disekitar dari wabah ini,” pesannya.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat bagi yang telah  melakukan perjalanan keluar dari Lambar untuk segera melapor kepada petugas kesehatan dan melakukan isolasi mandiri sampai dinyatakan sehat oleh petugas.

“Kami dari puskesmas bersama uspika juga terus melakukan upaya jemput bola untuk mengedukasi masyarakat paham akan bahaya dari Covid-19 karena mencegah lebih baik daripada mengobati,” imbuhnya.(edi/mlo)



Pos terkait