SDN 1 Padang Cahya Tampilkan Teater Berjudul Situmbai Dang Sampai Lebon

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dalam Rangka kegiatan Pagelaran dan Pentas Seni Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang dilaksanakan di kawasan Sekuting Gor Aji Saka selama dua hari (8-9/10) SDN 1 Padang Cahya Ikut Mensukseskan Kegiatan Tersebut. 

Dalam kesempatan itu Rosida Wati, S.Pd., SD Mengatakan Tema yang kita usung dalam GSMS ini yaitu “Situmbai dang Sampai Lebon” yang menceritakan tentang seorang anak yang hidup pada era modern, dimasa sebuah masa yang membuat banyak anak-anak sangat kecanduan game pada gadget di era yang sekarang ini. 

Bacaan Lainnya

Permainan Tradisional Zaman Dahulu Sudah Banyak dilupakan, padahal dengan permainan tradisional memiliki sisi positif bagi perkembangan anak-anak yang mungkin sekarang sudah jarang ditemukan di era sekarang ini. 

Banyak sisi positif dalam perkembangan anak yang bisa kita pelajari dengan permainan Tradisional baik dalam hal kerjasama, pertemanan, kesehatan dan Kecerdasan dan Saling bahu-membahu atau saling tolong-menolong satu sama lain. 

Dimana perkembangan zaman menjadi bentuk perubahan yang berdampak permainan anak-anak pada masa kini, dengan adanya pementasan GSMS yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lambar dan Provinsi Lampung Tahun 2021, ini bisa memberikan nilai-nilai positif bagi anak-anak yang saat ini lebih mengenal gadget dari pada mengenal permainan tradisional. 

Pihaknya berharap kedepannya bisa mengikuti atau ditunjuk sebagai salah satu sekolah yang bisa mengikuti kegiatan GSMS Kedepannya dikarenakan setiap sekolah yang sudah mengikuti kegiatan ini sebelumnya akan bergantian dengan sekolah lain yang belum mengikuti kegiatan GSMS yang ada di Lampung Barat. 

“Kami juga tidak lupa berterima kasih kepada seniman yaitu Dery Setiawan dengan tiga asisten Seniman Yaitu, Denti Sartika, S.Pd, Erni Yanti, S.Pd dan Risfal Hernando, S.Pd dan tidak lupa juga kami berterima kasih kepada wali murid siswa yang telah mendukung anak-anaknya untuk mengikuti kegiatan ini dengan nilai-nilai positif dan dapat memberikan motivasi anak-anak karena budaya-budaya sebelumnya sudah banyak yang hilang atau mungkin terlupakan dengan adanya masa-masa yang dulu, sebelum mengenal gadget,” tutupnya (lin/mlo)


Pos terkait