Sebelum Menikah, Catin Wajib Ketahui Tiga Komponen Ini

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) menggelar kegiatan bimbingan perkawinan (Binwin) Pra Nikah angkatan I untuk pasangan calon pengantin (Catin) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ngambur, Kamis (9/9).

Hadir dalam kesempatan itu, Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Hi.Irhamsyah, S.Th.I, M.H.I., mewakili kepala Kantor Kemenag Pesbar Hi.Yulizar Andri, S.T, M.Ag., selain itu hadir juga narasumber dari Dinas Kesehatan Pesbar Levia Ratnasari, A.Md, Keb, dan Melya Septiana, S.ST., kemudian, perwakilan dari BKKBN Yesi Marga Sapitri, M.M., lalu kepala KUA Kecamatan Ngambur Jon Mery, S.Ag, M.Kom.I, dan kepala KUA Kecamatan Pesisir Selatan Suyatno S.Ag., serta 15 pasangan calon pengantin di Kecamatan Ngambur.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, Kasi Bimas Islam, Irhamsyah, mengaku bimbingan perkawinan pra nikah itu cukup penting bagi seluruh pasangan calon pengantin. Dengan harapan seluruh pasangan calon pengantin benar-benar bisa memahami semua materi yang telah disampaikan itu dalam membangun rumah tangga.

“Karena dalam membangun rumah tangga akan banyak dinamika, sehingga hal itu harus dipahami oleh pasangan calon pengantin. Bimbingan perkawinan itu juga merupakan program Kemenag Pesbar,” katanya.

Sementara itu, Suyatno, selaku narasumber dari KUA Kecamatan Pesisir Selatan menyampaikan bahwa dalam sebuah perkawinan ada tiga komponen utama yang akan menentukan bentuk hubungan antara suami dan istri antara lain kedekatan emosi, gairah dan komitmen. Kedekatan emosi, yakni bagaimana pasangan suami-istri merasa saling memiliki, saling terhubung dua pribadi menjadi satu.

“Kemudian, gairah yakni bagaimana dalam hubungan suami istri itu tercipta keinginan untuk mendapatkan kepuasan fisik dan seksual. Jadi, salah satu tujuan perkawinan adalah menghalalkan hubungan seks antara laki-laki dan perempuan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, komponen utama lainnya yakni komitmen, artinya bagaimana kedua pasangan suami-istri mengikat janji untuk menjaga hubungan agar lestari dan membawa kebaikan bersama. Dengan menjaga komitmen, pasangan suami-istri tidak mudah mengkhianati pasangannya. Dengan adanya komitmen pula, pasangan suami-istri tidak mudah putus asa saat dinamika perkawinan terasa sangat berat.

“Idealnya, ketiga komponen ini tumbuh subur dalam hubungan suami-istri. Keduanya memiliki kedekatan emosi, merasakan gairah seksual yang sehat kepada pasangannya, serta memelihara komitmen perkawinan. Untuk itu jangan sampai komponen itu ada yang terabaikan,” tandasnya.(yan/d1n/mlo)


Pos terkait