Sejumlah Aparatur Pekon Mundur Dari KPM PKH Tuai Apresiasi

  • Whatsapp
Foto Edi/mlo

Medialampung.co.id– Upaya pendekatan yang terus dilakukan oleh pendamping Program keluarga Harapan (PPKH) serta dorongan dari pemerintah pekon, kepada aparatur pekon yang terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH kini perlahan mulai menggugah kesadaran penerima untuk mundur secara mandiri.

Seperti di Pekon Tanjungraya, Kecamatan Sukau, sebanyak 24 KPM PKH yang terdiri dari pemangku dan warga mampu telah mundur secara mandiri, hal itu mendapat apresiasi dari peratin setempat, Budiyono. Ia berharap langkah graduasi (mundur) dari kepesertaan Keluarga Penerima Manfaat PKH itu dapat menjadi nilai ibadah bagi penerimanya. 

Bacaan Lainnya



“Ucapan terima kasih kepada seluruh aparatur pekon atau pemangku dan orang yang mampu yang sudah mengundurkan diri dari peserta PKH maupun BPNT, mudah-mudahan  ini menjadi pelajaran dan nilai ibadah buat kita semua,” terangnya.

Sebab, menurutnya, bantuan sosial tersebut seyogyanya bukan milik aparatur pemerintahan pekon dan golongan orang-orang  yang mampu , sehingga dengan kebesaran hati ia berharap aparatur pekon dapat ikhlas dan memahami bahwa ada yang lebih layak untuk menerima bantuan tersebut. “Kita berdoa semoga para peserta yang mundur tetap diberikan Allah SWT rezeki yang berlimpah,” harapnya.  

Sementara, Pendamping PKH Tanjungraya Kasmir, menerangkan bahwa jumlah KPM PKH yang mundur atau graduasi mandiri sejauh ini ini berjumlah 24 KPM PKH.

“Dari total itu diantaranya ada beberapa istri pemangku dan ada pula KPM PKH yang memang merasa sudah mandiri secara ekonomi sehingga tidak ingin bergantung dengan program bansos dari pemerintah tersebut, dan mereka memberikan kesempatan itu kepada masyarakat lain yang taraf ekonominya lebih membutuhkan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh aparatur Pekon Tanjungraya  atas kerjasamnya yang sangat baik dalam mengedukasi KPM PKH sehingga mereka dapat mundur. 

 “Semoga ini menjadi nilai ibadah buat kita semua karena bantuan itu bukan untuk aparatur pekon dan orang-orang  yang mampu dan mudah-mudahan kedepan lebih banyak KPM PKH yang bisa sejahtera dan keluar dari garis kemiskinan, “ harapnya.

Seperti diberitakan, berdasarkan data yang berhasil dihimpun di lapangan,  sebanyak 494 Aparatur Pemerintahan Pekon yang ada di kabupaten setempat sebagai penikmat PKH. Dari jumlah tersebut, sebagian besar dalam tahap edukasi, sebagian lainnya tahap graduasi dan ada beberapa yang sudah dalam graduasi mandiri.

Sempat ada salah seorang ASN penikmat PKH, namun setelah diketahui oleh pendamping PKH maka langsung diberikan tindakan berupa graduasi. 

Dari 131 pekon dan lima kelurahan yang ada di kabupaten setempat, pekon dengan jumlah aparat terbanyak sebagai penikmat PKH antara lain, Pekon Buay Nyerupa Kecamatan Sukau dengan jumlah sebanyak 21 orang, Pekon Teba Pering 12 orang, Pekon Atar Bawang Kecamatan Batuketulis 15 orang, Pekon Hujung Kecamatan Belalau 15 orang dan Pekon Sukamakmur Kecamatan Belalau 11 orang, yang terdiri dari pemangku, sejumlah KAUR dan LHP. (edi/mlo)



Pos terkait