Sejumlah Langkah RS Immanuel Cegah Covid-19

  • Whatsapp
Wakil Direktur Pelayanan dan Keperawatan dr. Abdi Bumi Suryanto, Sp. THT. - Foto Dedi/mlo

Medialampung.co.id – Menyikapi penyebaran virus corona (Covid-19), Rumah Sakit Immanuel melakukan berbagai langkah, seperti di pintu masuk gedung utama disiapkan beberapa karyawan bertugas melakukan screening dengan thermogun dan menyiapkan hand sanitizer untuk semua orang yang memasuki lingkungan rumah sakit setempat.

Wakil Direktur Pelayanan dan Keperawatan, dr. Abdi Bumi Suryanto, Sp.THT., juga merangkap sebagai Ketua Kejadian Luar Biasa (KLB)Rumah Sakit ( RS) Immanuel menjelaskan semua yang akan masuk lingkungan rumah sakit dilakukan screening sembari ditanyakan apakah demam, flu dan batuk. Jika pengunjung flu dan batuk akan diarahkan menuju ruangan screening yang kedua untuk dikaji lebih dalam.

Bacaan Lainnya



Kemudian ditanyakan riwayat perjalanan serta kontak dengan siapa saja. Dari pengakuan dan hasil pengecekan itu bisa disimpulkan kira-kira itu flu biasa atau flu batuk, seperti yang dicurigai ciri-ciri virus corona.

“Untuk yang dicurigai terpapar Covid-19, kami akan tangani, apakah dia orang dalam pantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP) dan dilakukan perawatan. Kemudian akan dilaporkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes). Untuk  batuk dan flu biasa akan kami rawat di ruang khusus batuk dan flu biasa,” ujarnya.

Saat ini ada dua ruangan khusus untuk pasien ODP atau PDP disiapkan Rumah Sakit Immanuel yang memenuhi standar Departemen Kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Kami juga mengimbau masyarakat Lampung mengikuti arahan pemerintah mengenai physical distancing (jaga jarak), yang terkena flu dan batuk harus memakai masker, tetap di rumah sementara waktu guna memutus penyebaran Covid-19. Hindari kontak pusat keramaian untuk sementara, kebersihan pribadi harus  diutamakan, selalu cuci tangan pakai sabun setiap selesai beraktivitas,” jelas dia.

Tambahnya, harapan bagi warga yang sakit untuk jujur mengakui riwayat apakah sebelumnya pernah keluar daerah atau pernah kontak dengan orang terkena Covid-19 guna memudahkan dokter untuk menangani pasien dan tidak menularkan kepada yang lain. (ded/mlo)



Pos terkait