Sejumlah Pedagang Keluhkan Pendapatan yang Menurun Drastis

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kerugian dampak Covid-19 amat dirasa oleh para pedagang. Tidak hanya yang kecil, mengalami hingga gulung tikar.

Pasalnya, akibat melonjaknya kasus terinfeksi Pemerintah Kota Bandarlampung harus memberlakukan pembatasan aktivitas sosial masyarakat

Bacaan Lainnya

Pandemi yang berlangsung saat ini tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan saja, namun juga menyerang sektor ekonomi dari berbagai kalangan.

Seperti halnya yang dialami Juli (35), penjual Nasi Goreng di Jl. Pagar Alam. Labuhanratu Kota Bandarlampung. Ia mengaku sejak pandemi, pendapatan mengalami penurunan drastis. 

Terlebih saat ini ada pemberlakuan aturan larangan berjualan melewati pukul 22.00 WIB harus ditutup.

“Dulu sebelum COVID-19 biasa berjualan sampai jam 12 malam dan dagangan saya selalu habis. Tapi sekarang keseringan tidak habis mas, dan bukan sekali dua kali bahan dangan yang terlanjur basi kemudian tidak dijual lagi,” keluhnya.

Terusnya lagi, pendapatan turun drastis hingga 50%  dibandingkan dulu sehari bisa dapat sampai Rp500 ribu, namun sekarang dapat hingga Rp250 ribu ia mengaku sudah bersyukur sekali.

Nasib serupa juga dialami oleh sulis (29). Pedagang gorengan ini mengaku dagangnya sepi pembeli. Bahkan dalam sehari pendapatannya tidak menentu.

“Sekarang sudah nggak pasti untung berapa dalam sehari gara-gara Covid-19 ini,” singkatnya

Hanya saja Ia berharap, pandemi ini segera berakhir. Selain was-was tertular virus ini, ia dan pedagang lain bisa kembali berjualan normal seperti sedia kala. (ion/mlo)




Pos terkait