Sejumlah Tokoh Dukung Pernyataan Adipati Surya Soal Guru yang Belum Divaksin

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pernyataan Bupati Waykanan yang meminta kepada guru yang belum divaksin untuk tidak mengajar sebelum divaksin, mendapatkan dukungan dari kalangan legislatif Kabupaten Waykanan maupun Provinsi Lampung, karena hal itu menyangkut kesehatan ratusan dan bahkan ribuan pelajar di Waykanan.

“Terkait pelaksanaan PTM, hal-hal yang harus diperhatikan dan  yang paling utama adalah memprioritaskan vaksin terhadap guru dan anak didik. Namun pasti ada wali murid yang keberatan untuk di vaksin tapi itu tidak apa-apa karena memang Hak mereka, yang pasti, Provinsi Lampung masih kekurangan vaksin hingga mencapai kurang lebih 14 juta dosis vaksin untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Provinsi Lampung,  tapi dalam menjelang PTM, vaksin untuk guru dan murid sudah siap dan mencukupi,” ujar Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung Deni Ribowo, SE., yang memang saat ini masih berada di Waykanan dalam rangka reses.

Bacaan Lainnya

“Saya berpikir, bagi para guru yang akan menjalani PTM  wajib untuk di vaksin,  Karena mereka nanti akan berhadapan dengan murid-murid secara langsung, Belum ada yang bisa memastikan secara pasti bahwa semua keluarga dari murid tersebut sudah menjalankan prokes dengan benar, jadi ini memang demi kebaikan bersama, dan bagi Kepala Daerah, sebaiknya mulai mewajibkan vaksin untuk para guru, Bahkan bila perlu dibuatkan sanksi pembinaan apabila masih ada guru yang enggan untuk di vaksin, bisa jadi dengan ancaman dipindahkan ke daerah yang lebih terpencil,” tegas Deni.

Sementara bila dalam pelaksanaan PTM nanti didapatkan ada murid yang terpapar covid 19 di sekolah, Kepala Daerah harus segera menutup sekolah tersebut, dan anak tersebut harus diurus oleh Pemerintah melalui Dinas Kesehatan atau Rumah Sakit Umum Daerah, setidaknya Pemerintah menjamin agar guru, wali murid, dan murid bisa menjalankan PTM dengan nyaman dan happy karena happy itu juga yang bisa menambah imun dalam masa pandemi seperti saat ini,” imbuh Kader Demokrat Waykanan tersebut.

Senada dengan Deni, Ketua DPD PAN Waykanan yang juga Ketua Komisi I DPRD Waykanan Hi. Rozali SH, meminta agar Bupati dapat bertindak tegas terhadap guru yang enggan untuk divaksin, karena tugas seorang guru akan berhadapan langsung dengan siswa siswinya, selain rentan tertular juga rentan menularkan.

“Bayangkan kalau ada seorang guru yang membawa virus akan tetapi tidak diketahuinya, lalu berinteraksi dengan murid yang jumlahnya puluhan dalam satu kelas kemudian murid itu pulang bercengkrama dengan keluarganya, mau jadi apa kita, oleh karena itu saya setuju kalau guru yang enggan divaksin itu diberi sanksi oleh Bupati,” tegas Rozali Usman.(sah/mlo)


Pos terkait