Sekelumit Cerita dari Petugas Pemakaman Covid-19

  • Whatsapp
Tim pemakaman warga yang meninggal akibat Covid-19 BPBD Pringsewu tetap bertugas memakamkan meski harus tengah malam. - Foto dok BPBD

Medialampung.co.id – Keberadaan tim pemakaman warga yang wafat akibat terpapar virus Covid-19 menjadi sangat penting. Menginduk di BPBD Pringsewu, terbagi dalam Enam tim mereka juga harus siap sedia. Terlebih di tengah lonjakan penderita Covid-19 di Kabupaten Pringsewu.

Sebagai manusia biasa, mereka harus menjalani hidup yang tak biasa. Mengingat setiap saat harus siap dan berkutat dengan warga yang meninggal dengan penyakit oleh virus yang sangat berbahaya itu. 

Bacaan Lainnya

“Memang sudah menjadi tugas, dan harus hidup abnormal,” ungkap Koordinator Tim IV Pemakaman BPBD Pringsewu Agus Purnomo.

Lanjutnya, meski tetap muncul perasaan was-was namun semua dijalani dengan ikhlas oleh masing masing anggota tim pemakaman pasien Covid-19. Begitu juga dengan kesiapan mereka kapanpun dibutuhkan. 

“Kita tetap siap, terlebih soal kematian tak dapat dipastikan,” akunya. 

Bukti kesiapan mereka terbukti meski harus tengah malam bahkan menjelang pagi prosesi pemakaman tetap harus dilakukan.

“Bila meninggal malam dan harus dimakamkan, karena sudah panggilan tugas sesuai prosedur maka tetap dilakukan,” ungkap Agus. 

Mereka un tetap menyadari betapa besarnya resiko tugas yang dihadapi. Selain menyerahkan semuanya pada yang maha kuasa namun mereka tetap berikhtiar. 

“Ya kami sadar akan resiko, untuk itu semua prosedur harus kita taati. Pakai APD serta keselamatan diri lainnya. Juga pasrah pada Allah SWT,” akunya. 

Desinfektan serta perangkat sterilisasi diri sudah menjadi rutinitas. Meski lelah serta dibayang-bayangi resiko tertular semuanya terbayarkan manakala bisa membantu dan menolong proses Pemakaman.

“Bahagia rasanya bila dapat membantu pemakaman Saudara kita itu,” terangnya.

Tim pemakaman warga yang meninggal akibat Covid-19, terbagi dalam Enam tim. Dimana masing masing beranggotakan Tujuh orang. Meski di bagi shift namun tak jarang mereka harus bekerja berbarengan. 

“Seperti hari ini ada Empat warga yang meninggal jadi tim yang ada langsung bekerja berbarengan tak lagi memakai shift,” jelas kepala pelaksana BPBD Pringsewu Edi S Pamungkas. Selain perangkat keselamatan masing masing anggota tim juga diberikan suplemen tambahan untuk proteksi diri.(sag/mlo)

foto dok BPBD Tim pemakaman warga yang meninggal akibat Covid-19 BPBD Pringsewu tetap bertugas memakamkan meski harus tengah malam.


Pos terkait