Sekura Bird Club Beri Bantuan untuk ‘Mbah Gumbrek’

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Musibah kebakaran yang dialami oleh Sumiyati atau lebih dikenal dengan Mbah Gumbrek seorang janda yang hidup sebatang kara,  di Pekon Ringinsari Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat, mengundang keprihatinan sejumlah pihak, salah satunya Sekura Bird Club (SBC) Lambar, yang mendatangi langsung Mbah Gumbrek dan menyerahkan bantuan berupa sejumlah uang dan pakaian.

Ketua SBC yang juga anggota DPRD Lambar Daerah Pemilihan  (Dapil) V Suoh dan BNS, Dony Kurniawan mengungkapkan, sejumlah uang dan juga pakaian yang diserahkan untuk Mbah Gumbrek tersebut berasal dari  para anggota SBC.

Bacaan Lainnya



”Bantuan yang diberikan tidak seberapa, tetapi minimal bisa membantu Mbah Gumbrek,  karena musibah kebakaran yang dialami telah  menghanguskan seluruh harta benda milik Mbah Gumbrek,” ungkap politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) tersebut.

Dony juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Pekon Ringinsari yang telah bergotong- royong membantu Mbah Gumbrek dengan membangunkannya kembali rumah, di lahan yang sebelumnya lokasi rumah Mbah Gumbrek.

”Tentunya dengan jiwa sosial tinggi masyarakat PekoN Ringinsari ini saya sangat mengapresiasi, mereka  menyisihkan rizki dan tenaga untuk  membangun kembali rumah Mbah Gumbrek yang telah rata dengan tanah,” imbuhnya.

Sebelumnya, Peratin Ringinsari Nur Kholis mengungkapkan, pasca musibah kebakaran yang nyaris tidak ada harta benda yang berhasil diselamatkan itu, warga langsung  bahu membahu membersihkan puing-puing rumah yang telah  menjadi abu, lalu setelahnya warga gotong-royong untuk membuat kembali rumah Sumiyati yang sempat menikah namun tidak dikaruniai anak tersebut.

Menurutnya, musibah kebakaran tersebut terjadi saat Sumiyati tengah bekerja di ladang sekitar pukul 14.30 WIB, yang diduga disebabkan akibat api dari tungku di dapur. Api menjalar begitu cepat, sehingga rumah yang bermaterial kayu tersebut ludes dalam waktu yang singkat, upaya pemadaman yang dilakukan masyarakat tidak membuahkan hasil.

”Kerugian mbah Sumiyati ini sekitar Rp75.000.000,- tidak ada harta benda yang bisa diselamatkan, karena api menjalar begitu cepat, masyarakat sekitar juga sudah berupaya melakukan pemadaman dengan alat seadanya namun tidak membuahkan hasil,” ujarnya. (nop/mlo)



Pos terkait