Selain Anggaran Tak Masuk Akal, Lampu Hias ‘Asmaul Husna’ Baru Diperbaiki Sudah Rusak

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Lampu hias bertulis Asmaul Husna sepanjang jalan Radin Inten Kelurahan Pasar Liwa-Waymengaku Kecamatan Balikbukit Kabupaten Lampung Barat, kondisinya kini mulai memprihatinkan.

Padahal pemeliharaan telah dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat bersumber anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Lambar tahun anggaran 2020 ini.

Bacaan Lainnya


Tidak tanggung-tanggung, nilai anggaran pemeliharaan nyaris sama dengan pengadaan baru, dimana dari puluhan lampu hias asmaul husna, dilakukan perbaikan tahun ini sebanyak 24 unit, dan itu menghabiskan anggaran sekitar Rp50 juta, artinya perbaikan satu lampu menghabiskan anggaran sebesar Rp2 juta lebih.

Hasil penelusuran di sepanjang jalan radin inten, tampak kontras antara lampu hias asmaul husna yang sudah diperbaiki dan yang belum diperbaiki, hanya saja yang baru beberapa bulan diperbaiki, kini sudah banyak patah pada bagian hiasan, tampak proses pengelasan yang tidak maksimal. Kondisi itu tentunya cukup membahayakan pengguna jalan.

Kepada wartawan, Kasi Penataan Kota pada Bidang Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat Wayan Kurniawan mengungkapkan, tahun 2020 ini pihaknya melakukan pemeliharaan lampu hias sebanyak 24 unit dari keseluruhan lampu yang ada.

”Untuk pagu anggarannya sekitar Rp50 juta, tetapi saya kurang paham angka persisnya, tetapi pengerjaannya kami bekerjasama dengan CV (perusahaan),” ungkapnya, namun sayang ia mengaku lupa nama CV yang bertanggungjawab dalam proses pemeliharaan lampu jalan tersebut.

Menurut Wayan, untuk titik lokasi lampu hias yang dilakukan pemeliharaannya dimulai dari jalur dua Simpang Seranggas hingga Waymengaku.

“Karena anggaran pemeliharaan lampu hias tersebut tidak mencukupi, maka yang dilakukan pemeliharaan untuk semetara sebanyak 24 unit itu dulu,”  ujarnya.

Ia melanjutkan, lampu hias sepanjang jalur dua Way Mengaku hingga Kodim rencananya akan dilakukan pemeliharaan pada tahun 2021.

“Untuk sisa 26 unit rencananya akan dilakukan pemeliharaan pada tahun 2021,”  pungkasnya. (nop/mlo)




Pos terkait