Selain Fokus Penanganan, BPJN Siagakan Alat Berat di Area Rawan Longsor

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Lampung telah mengerahkan dua unit alat berat jenis Excavator dan satu unit grader serta dibantu tenaga manual untuk mendukung kelancaran arus lalulintas pasca longsor di jalur Liwa-Krui tepatnya di kilometer II, Pekon Kubuperahu, Kecamatan Balikbukit, Kabupaten Lampung Barat.

Proses penanganan longsor itu di tinjau langsung oleh Kepala BPJN Lampung Rien Marlia, S.T., M.T., didampingi Kasi Preservasi Jalan dan Jembatan Mardalena, S.T., M.T., Satker PJNW II Provinsi Lampung Toto Suharto, S.T., MT., PPK 2.3 Batas Provinsi Bengkulu-Simpang Gunung Kemala Padang Tambak Bayumi Oktorine, S.T., M.T., dan Koordinator Lapangan PO Rusmadi Ghani, S.T.

Bacaan Lainnya


PPK 2.3 Batas Provinsi Bengkulu-Sp.Gunung Kemala Padang Tambak Bayumi Oktorine, S.T., M.T., melalui Korlap PO Rusmadi Ghani, S.T., mengatakan, kegiatan penanganan tersebut dilakukan di sejumlah titik di jalur Liwa-Krui. Selain memprioritaskan pengaman dan kelancaran arus lalulintas, pihaknya tetap akan menyiagakan alat berat di lokasi rawan longsor baik di Lambar maupun Pesisir Barat.

“Prioritas kami adalah melakukan pengamanan dan melancarkan arus lalulintas jalan, disamping itu beberapa lokasi yang rawan terjadi longsor sudah kita siagakan alat berat,” terang Rusmadi. 

Menurutnya, penanganan yang dilakukan saat ini hanya bersifat sementara, sehingga kedepan akan dilakukan penanganan lebih lanjut dengan memperbaiki kerusakan jalan pasca longsor sekaligus membangun talud guna mengantisipasi tebing longsor.

“Ya, penanganan sifatnya masih sementara, selanjutnya akan segera diupayakan secara permanen karena masih ada tahapan-tahapan yang harus dilalui,” jelasnya.

Selain fokus pada penanganan longsor di jalur Liwa-Krui, tambahnya, pihak BPJN juga akan menangani jalan amblas di Pekon Bedudu, Kecamatan Belalau.

“Untuk penanganan longsor di Bedudu, penanganan juga masih sementara dengan memasang sand back atau pasir dalam karung ,terpal sekaligus normalisasi saluran. Mudah-mudahan upaya penanganan secara permanen juga secepatnya dapat dilakukan,” tandasnya.(edi)




Pos terkait