Selang Sehari, Kasus Positif di Pesbar Bertambah Dua

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease (Covid-19), Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) mengumumkan tambahan warga yang positif Covid-19 di kabupaten setempat,

Dimana sebelumnya terdapat satu orang yang tercatat sebagai positif Covid-19, sekarang bertambah dua orang sehingga total warga yang terjangkit Covid-19 menjadi tiga orang, dimana tambahan dua orang itu berasal dari Kecamatan Waykrui dan Kecamatan Ngambur.

Bacaan Lainnya


Kadinkes Pesbar Tedi Zadmiko, S.Km., mengatakan, dua orang tambahan positif Covid-19 tersebut merupakan warga yang terdaftar sebagai orang tanpa gejala (OTG) setelah dilakukan Rapid Test dan hasilnya reaktif beberapa waktu yang lalu. 

“Kedua pasien tambahan itu merupakan santri dari pondok pesantren temboro di Jawa Timur, sama dengan pasien yang pertama kita konfirmasi,” kata dia. 

Menurutnya, dari delapan orang yang menjalani swab test, hasilnya hari ini telah keluar semua, secara keseluruhan tiga orang dinyatakan positif dan lima orang lainnya dinyatakan negatif. 

“Untuk melihat perkembangannya, besok kita akan melakukan swab test lagi kepada tiga orang yang dinyatakan positif itu, apalagi swab test pertama telah lama dilaksanakan sekitar dua pekan yang lalu,” jelasnya. 

Sementara itu, terkait kondisi ketiga warga tersebut semuanya dalam kondisi baik dan stabil tidak ada gejala yang ditunjukkan terkait Covid-19 secara umum, karena itu mereka hanya cukup melakukan isolasi mandiri dirumah masing-masing. 

“Kondisi mereka stabil tidak ada gejala yang menunjukkan kearah covid-19 sehingga kita hanya minta mereka isolasi mandiri serta menjaga kesehatan dan imun tubuh agar tetap stabil,” terangnya. 

Pihaknya meminta masyarakat agar tidak panik dengan kondisi yang ada sekarang ini, namun harus tetap mematuhi imbauan pemerintah dengan rajin mencuci tangan pakai sabun, menggunakan masker dan menjaga jarak aman satu meter hingga dua meter. 

“Sekarang ketiganya sudah kita minta untuk isolasi mandiri, sehingga tidak diperkenankan untuk keluar rumah, mereka juga sudah kita edukasi. Kami harap masyarakat tidak panik karena penularan virus ini hanya terjadi jika ada kontak langsung, sedangkan jika mereka tetap isolasi mandiri dan tidak ada kontak dengan masyarakat, mudah-mudahan tidak ada penularan,” pungkasnya. (ygi/mlo)



Pos terkait