Sembilan Mahasiswa dari Berbagai Universitas Ikuti Program Pejuang Muda di Lambar

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Sebanyak sembilan orang mahasiswa dari sejumlah universitas di Indonesia akan mengikuti program pejuang muda di Kabupaten Lampung Barat selama dua bulan kedepan, terhitung mulai tanggal 23 Oktober hingga 24 Desember mendatang.

Program pejuang muda merupakan laboratorium sosial bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu dan pengetahuannya untuk memberikan dampak sosial secara konkret, yang diluncurkan Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai upaya percepatan pengentasan masalah sosial di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Program ini setara dengan 20 SKS (Satuan Kredit Semester) dan merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). MBKM punya empat bidang pilihan, yaitu bidang pengembangan bantuan sosial (bansos), inovasi program sosial dalam pemberdayaan masyarakat, lingkungan hidup bersih dan sehat, serta pembangunan fasilitas umum bagi daerah yang terdampak bencana. 

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Lambar Hi. Jaimin, SIP., didampingi Kabid Bantuan dan Rehabilitasi Sosial Ferri Istanto, SE., mengungkapkan, manfaat program pejuang muda Kemensos antara lain mendapat kan data terpadu kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dimutakhirkan dan peta permasalahan sosial.

”Kemudian program ini juga tujuannya untuk mendapatkan gambaran umum upaya pengentasan kemiskinan dan penyelesaian masalah sosial melalui fasilitas inisiatif analisis masalah sosial serta sebagai bahan perencanaan dan manajemen program sosial,” ungkapnya.

Dijelaskan, awalnya direncanakan ada 10 mahasiswa yang akan bertugas di Lambar, namun satu orang mengundurkan diri, Sembilan orang yang ditugaskan tersebut yakni Ghina Hasna Afifa, Lara Ardha Rahma Mirna dan Patimah dari Universitas Garut, Husniatun Rahma dari Universitas Lampung.

Kemudian, Malika Aryana Herawati dari Politeknis Kesejahteraan Sosial Bandung, Ragil Aryo Pandito dari Tarumanagara, Septian Dwi Pangestu dan Hannisa Shavira Putri dari Universitas Padjajaran, serta Fhildza Zhafirin dari Universitas Hasanudin.

”Nantinya para para mahasiswa ini akan berkomunikasi dengan masyarakat, mereka akan menganalisis masalah sosial serta memberi nilai tambah kepada masyarakat,” harapnya. (nop/mlo)

Pos terkait