Sempat Pimpin Rakor Bulanan, Peratin Gunungterang Tutup Usia

  • Whatsapp
Peratin Gunungterang, Mahmuddin, meninggal dunia di Klinik Mandiri Pekon Sumberalam Pukul 13.35 WIB Senin (29/3)

Medialampung.co.id – Innalillahi wainnailaihi rojiun, telah berpulang ke Rahmatullah Peratin Gunungterang, Kecamatan Airhitam, Kabupaten Lampung Barat Mahmuddin bin Hamid di usia 45 Tahun, di Klinik Mandiri Pekon Sumberalam Pukul 13.35 WIB Senin (29/3).

Wafatnya Mahmuddin sangat mengejutkan, pasalnya, pagi harinya almarhum sempat memimpin rapat koordinasi (rakor) bulanan, bersama jajarannya di balai pekon setempat.

Bacaan Lainnya

Sahabat Almarhum, yakni Peratin Sumberalam M.Husain yang ikut menyaksikan kepergian mendiang menyampaikan, wafatnya Mahmudin diduga terserang “Angin Duduk”, dimana almarhum merasakan sakit perut dan dada secara tiba-tiba. 

“Siang tadi saya tengah ngelayat ada warga saya yang wafat. Tiba-tiba telepon saya berdering dan saat saya melihat anak saya yang menelpon, dan menceritakan Pak Mahmudin menjerit-jerit sakit perut di klinik bidan yang kebetulan di depan rumah saya,” ungkapnya.

Mendengar berita itu pihaknya langsung datang, dan setelah tiba di klinik. Betul, dirinya menemukan sahabatnya sedang merintih kesakitan. 

“Saya menanyakan kenapa kok seperti itu, Pak Mahmudin menceritakan, dirinya dari pagi belum sarapan, dan sebelum rapat sempat minum air bersoda (sprite), dan sejak itu kondisi badannya tidak karuan hingga saat rapat dirinya memimpin rapat sambil menahan sakit,” ceritanya.

Lanjut ceritanya, Almarhum, awalnya hendak berobat ke dokter Imam di pekon Sumberlam, namun dokter tidak ada. “Mungkin karena sakit mahmudin terduduk dihalaman dokter Imam, sukur ada tukang cukur melihatnya dan dikenali karena masih mengenakan seragam, seketika almarhum dihantarkan ke klinik bidan depan rumah saya,” urainya.

Mahmudin sendiri menghembuskan nafas terakhir setelah anak dan istrinya serta beberapa aparatur pekon tiba di klinik.

“Tanda-tanda akan wafatnya almarhum. Dalam memimpin rapat banyak sekali pesan-pesan yang disampaikan almarhum kepada jajarannya. Dimana salah satunya jika ada hal-hal berkaitan dengan pemerintahan pekon apabila dirinya tidak ada agar berkoordinasi dengan petugas pekon yang membidangi, termasuk pesan amanah lainnya,” ungkap Husain setelah mendengar cerita dari aparat Pekon Gunguterang kepadanya.

Atas musibah itu, Husain atas nama rekan sesama peratin, dan selaku Ketua DPK Apdesi Kecamatan Airhitam, menyampaikan permohonan maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan semasa Almarhum di dunia. Dan kepada seluruh peratin dan aparat lainnya yang menyampaikan duka cita pihaknya menghaturkan terimakasih semoga Almarhum Husnul Khotimah. 

Hingga berita ini diturunkan almarhum belum dikebumikan karena masih menunggu keluarga besar dari Kabupaten Waykanan. (r1n/mlo)


Pos terkait