Sepanjang 2021, Dishut Lampung Tangani 21 Kasus Illegal Logging

  • Whatsapp
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Ir. Yanyan Ruchyansyah, M.Si

Medialampung.co.id – Terkait dengan masih terjadinya kasus illegal logging di Provinsi Lampung, Dinas Kehutanan (Dishut) Lampung terus berupaya melakukan pencegahan. 

“Jadi kami melakukan upaya pencegahan dengan mengaktifkan tingkat kesadaran masyarakat sekitar, memotivasi dan juga memberikan informasi. Kemudian teman-teman Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), melakukan patroli secara rutin juga,” kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Ir. Yanyan Ruchyansyah, M.Si., saat diminta keterangan, Kamis (4/11).

Bacaan Lainnya

Lanjutnya untuk kasus illegal logging sering terjadi Seperti di KPH Batutegi, KPH Kota Agung dan daerah lainnya. 

“Kayu illegal itu biasa sonokeling dijual ke daerah jawa. Dan untuk kayu campuran dipakai sendiri di kampung,” kata dia. 

Ia juga menjelaskan bahwasanya sangat kekurangan personil polisi hutan (Polhut) yaitu saat ini hanya ada sekitar 130 personil tersebar di 17 KPH dengan luas hutan kurang lebih 600 ribu Hektare. 

“Karena polhutnya sangat kurang makanya kita aktifkan masyarakat untuk memberikan informasi. Untuk ideal polhut di setiap KPH tidak ada ketentuan waktu itu kan tergantung dari kemampuan masing-masing,” terangnya. 

Lanjutnya ada banyak dampak yang terjadi kalau kasus illegal logging terus berlangsung seperti penurunan kualitas hutan. 

“Kalau kualitas hutan nya menurun banyak dampak seperti erosi, air, panas jadi banyak sekali dampak lainnya,” terangnya. 

Kemudian sepanjang tahun 2021 kasus illegal logging yang berhasil ditangani oleh Dinas Kehutanan Provinsi Lampung dan instansi terkait ada 21 kasus. 

Ada 21 kasus yang kita tangani termasuk yang temuan-temuan tidak ada tersangkanya. Kalo yang sedang kita tangani saat ini ada sekitar empat kasus. Termasuk satu kasus besar yang sudah kita temukan pembelinya di daerah jawa,” pungkasnya. (ded/mlo)

Pos terkait