September, 15 Dosen Unila Dikukuhkan Sebagai Profesor

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pada dies natalisnya bulan depan, 15 Dosen Universitas Lampung (Unila) akan dikukuhkan sebagai profesor.

“Sebelumnya sudah di kukuhkan dua profesor yaitu Wakil Rektor II Prof. Dr. Asep Sukohar dan Dekan Fakultas Kedokteran Prof. Dr. Dyah Wulan Sekar R.W., Seandainya takdir berkata lain, jumlah itu bertambah 2 lagi, yaitu almarhum Prof. Dr. Wahyu Sasongko dan almarhum Prof. Dr. Sindung Hariyanto,” kata Juru Bicara (Jubir) Rektor Unila, Kahfie Nazaruddin, Minggu (29/8).

Bacaan Lainnya

Ia juga mengatakan, Selama sekitar setahun delapan bulan masa kerja Rektor Prof. Dr. Karomani dan jajarannya, Unila sudah dan akan mengukuhkan 19 guru besar.

“Itu jumlah sangat luar biasa sepanjang sejarah keberadaan Unila sejak berdirinya pada 22 September 1965,” ungkapnya.

Lanjutnya, Pada masa sebelumnya, tampak Unila belum sempat mencurahkan segenap daya. akibatnya tiap tahun hanya mampu menambah sedikit guru besar.

“Para profesor baru itu patut diacungi jempol karena prestasinya. Para pimpinan Unila pun sepantasnya diacungi dua jempol karena program Percepatan Profesor sukses besar. Percepatan Profesor adalah program Unila mendukung dan mendorong dosen agar cepat meraih gelar guru besar. Seperti diketahui, jumlah profesor atau guru besar sangat penting bagi status dan reputasi suatu perguruan tinggi,” jelasnya.

Lanjutnya, Menyambut ulang tahunnya ini kali, Unila menorehkan prestasi lain. Di Scimago Unila ada di peringkat ke-10, di World University Ranking oleh Times Higher Education Unila di urutan ke-14, sedangkan di UniRank berada di peringkat ke-10. Dalam konteks lokal, secara khusus Unila menerima mahasiswa dari Jabung ke dalam skema Program Penerimaan Mahasiswa Perluasan Akses Pendidikan (PMPAP), mendirikan dua rumah adat Lampung di kampus induknya, dan dalam proses memproduksi film yang mengaktualisasikan nilai-nilai kepahlawanan Radin Inten II.

Dalam ruang lingkup nasional Unila memberikan kontribusi besar bagi pembangunan karakter bangsa setelah Rektor Prof. Karomani menjadi ketua Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa. Forum itu menghimpun lima puluh rektor perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Tercatat sebagai anggotanya antara lain rektor UGM, Unair, Undip, Unpad, UPI, Unbra, UNJ, ITS, UNM, USU, Unsri, dan UT.

Paling akhir Unila menyelenggarakan webinar yang melibatkan lebih dari seratus dosen Unila alumni perguruan tinggi luar negeri. 

“Itu bertujuan untuk membangun sinergitas menuju universitas berkelas dunia. Pengalaman para dosen alumni luar negeri itu diyakini berguna untuk meraih tujuan tersebut,” pungkasnya. (ded/mlo)


Pos terkait