Setelah Alat Rapid Test Antigen, Dua Jenis Obat Antivirus Tiba di Lambar Besok

  • Whatsapp
Kepala Dinas Kesehatan Lambar dr. Widyatmoko Kurniawan, Sp.B.

Medialampung.co.id – Obat-obatan antivirus untuk pasien terkonfirmasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Lampung Barat segera tersedia, setelah sejak beberapa waktu lalu ketersediaan habis dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat sempat kesulitan untuk mendapatkan obat-obatan yang sangat diperlukan.

Kepala Dinkes Lambar dr. Widyatmoko Kurniawan mengungkapkan, untuk jenis obat-obatan yang dilakukan pembelian yakni oseltamivir dan azithromycin. Kedua jenis obat tersebut saat ini dalam proses pengiriman ke Lambar. 

Bacaan Lainnya

“Sempat ada kendala dalam proses pengiriman ke Lambar, namun informasi terakhir obat-obatan tersebut akan tiba di Lambar hari Kamis, semoga tidak ada kendala sehingga obat-obatan tersebut bisa langsung didistribusikan ke puskesmas-puskesmas,” ungkap Wawan—sapaan Widyatmoko Kurniawan. 

Dokter spesialis bedah tersebut mengatakan, dengan datangnya stok obat-obatan tersebut, maka diyakini akan mencukupi untuk kebutuhan selama tiga bulan kedepan, namun jika jumlah pasien terus meningkat maka tentunya akan mempengaruhi persediaan, sehingga evaluasi akan terus dilakukan pihaknya. 

“Insha Allah cukup untuk tiga bulan kedepan, tapi melihat jumlah pasien juga, kalau terus meningkat tentu persediaan akan cepat habis, namun kami akan melakukan upaya antisipasi kehabisan stok, kalau misalnya nanti stok sudah mulai menipis maka akan diupayakan untuk dilakukan pembelian kembali,” kata dia. 

Selain masalah obat-obatan untuk pasien Covid-19, sambung Wawan, terkait dengan rapid antigen yang sebelumnya habis kini sudah tersedia kembali dan sudah didistribusikan ke masing-masing puskesmas sesuai dengan kebutuhan. 

“Untuk rapid antigen sudah tiba minggu kemarin dengan jumlah sebanyak 2000 pcs, jumlah tersebut tentunya lebih sedikit dari jumlah yang dibutuhkan, dikarenakan keterbatasan anggaran, namun kami akan upayakan lagi untuk anggaran perubahan, sehingga stok alat rapid antigen bisa kembali ditambah,” pungkasnya. (nop/mlo)


Pos terkait