Sidang Lanjutan Korupsi BUMD Lambar, Mantan Sekda Dihadirkan

  • Whatsapp
Sidang lanjutan korupsi di BUMD Pemkab Lambar atas dua terdakwa mantan direktur PD Pesagi Mandiri Perkasa, Senin (15/2). - FOTO MLO

Medialampung.co.id – Lima orang saksi dihadirkan dalam perkara sidang lanjutan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kab. Lampung Barat (Lambar) Perusahaan Daerah Pesagi Mandiri Perkasa (PD PMP). Atas dua terdakwa yang juga mantan direkturnya: Deria Sentosa dan Galih Priadi.

Para saksi yang dihadirkan itu salah satunya ada mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Lambar Nirlan. Kepala Disporapar Tri Umaryani, Irban Inspektorat Lambar Suandi Sahri, Kepala DP2KBP2PA Muhammad Henry Faisal dan Juarsah selaku Kasi Kemasyarakatan Kec. Sekincau.

Bacaan Lainnya




Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Barat (Lambar) Bambang menjelaskan, dalam persidangan kali ini pihak jaksa mengejar keterangan mengenai sengketa lahan yang akan dijadikan pom bensin oleh pihak PD PMP.

“Pada intinya dana penyertaan modal yang diberikan ke pihak PD Pesagi Mandiri Perkasa sebesar Rp7,4 miliar itu sudah ada di Perda (peraturan daerah) dan dana itu sudah dikucurkan ke pihak PD Pesagi Mandiri Perkasa. Dan pengelolaannya dana itu untuk dibuatkan Pom Bensin. Namun dalam pelaksanaannya pom bensin itu tidak ada,” katanya, Senin (15/2).

Memang dalam persidangan tadi bahwa ditarik kesimpulannya dari para saksi lanjut jaksa, bahwa sebelum dana dikucurkan ke pihak PD PMP oleh Pemda (Pemerintah Daerah) Lambar, lahan yang akan dijadikan pom bensin itu sudah ada sengketa sejak tahun 2015. “Sedangkan untuk pengucuran dana ke PD Pesagi Mandiri Perkasa itu di tahun 2016,” kata dia.

Dalam keterangan yang jaksa dapatkan dari mantan Sekda Lambar: Nirlan menjelaskan tadi, bahwa sebelumnya dana yang dikucurkan ke PD PMP itu sebesar Rp7,5 miliar. “Lalu hanya disetujui sebesar Rp7,4 miliar saja,” ucapnya.


Pos terkait