Simpangsari Gelar Musrenbang Untuk Penyusunan RKP 2021 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pekon Simpangsari, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pekon (Musrenbang Pekon) untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Pekon (RKP Pekon) tahun 2021, Rabu (4/8).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Agus Supriatna, S.E., dan tim kecamatan, pendamping kecamatan dan pendamping lokal desa, LHP, para tokoh masyarakat, kepala sekolah, bidan desa dan berbagai lembaga yang ada di pekon seperti PKK, Karang Taruna dan Bumdes.

Bacaan Lainnya



Peratin Harun Sohar, menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak khususnya warga Simpangsari  dan pihak kecamatan dan pendamping desa yang telah bersama-sama membina pekon dan bekerja sama membangun pekon tersebut.

Bagi Harun selaku peratin, apa yang diperoleh  adalah buah dari kerja semua pihak, dari mulai perangkat pekon hingga masyarakat, pihak kecamatan, babinsa, babinkamtibmas dan pendamping desa. 

Disampaikannya, Musrenbang RKP adalah musyawarah untuk menyusun rencana kerja pemerintah pekon tahun anggaran 2021.

Materi RKP adalah berasal dari RPJMPekon Simpangsari dan juga usulan masyarakat sebagai respon dari kondisi saat ini.

Dimana  RKP itu nanti akan menjadi dasar dalam pembahasan penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Pekon (APBP) tahun anggaran 2021. 

Dijelaskan Harun proses penyusunan RKP dimulai dari musyawarah ditingkat pemangku dan hasilnya dibawa di musyawarah tingkat pekon.

“Musrenbang berbeda dengan Musdes, jika musrenbang pihak pekon yang memimpin, tapi jika Musdes maka LHP yang memimpin,” tegasnya.

Dan hasil Musrenbang itu nanti akan dibahas dan meminta persetujuan dari LHP di forum musdes.

Sementara Camat Agus, menyampaikan kepada peserta musrenbang, Tiga program atau kebijakan Bupati Parosil Mabsus dalam mewujudkan Lampung Barat Hebat, yaitu Kabupaten Konservasi, kabupaten Literasi dan Kabupaten Tangguh Bencana. 

Selain itu ada juga program beasiswa kuliah bagi siswa siswi alumni Lambar yang diterima di perguruan tinggi yaitu untuk Fakultas kedokteran dan untuk Jurusan Seni Budaya. Untuk siswa Lambar yang diterima di Fakultas Kedokteran dan Jurusan Seni, Pemkab akan menanggung biaya pendidikannya.

Lanjut Agus, Pekon Simpangsari sudah selesai membagikan BLT-DD gelombang satu, April–Juni. Dan sekarang BL-DD gelombang Dua yang dimulai dari bulan Juli.

Untuk diketahui, dalam acara tahunan tersebut ada beberapa usulan yang akan dimasukkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lambar, Perkerasan badan jalan rigid beton atau hotmix Satu Kilometer di Pemangku Gunungsari, dan usulan serupa di Pemangku Sumbersari. Serta pembangunan Embung Pariwisata di Pemangku Tanjungsari.  (rin/mlo)



Pos terkait