Simpangsari Pekon Pertama Siap Pemutakhiran Data SDGs Desa

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pekon Simpangsari Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Lampung Barat menggelar kegiatan pembekalan untuk kelompok kerja pemutakhiran data IDM berbasis SDGs Desa (Pokja SDGs Desa).  

Kegiatan tersebut sesuai dengan surat edaran Sekda No.414.1/354/III.13/2021 yang ditujukan kepada  Kepala Bappeda, Kepala Dinas PMD, para Camat, para peratin dan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat,  perihal pemutakhiran data IDM berbasis SDGs Desa.

Bacaan Lainnya

Peratin Harus Sohar membuka langsung kegiatan yang dihadiri seluruh pokja, yang terdiri dari unsur perangkat pekon dari kasi, kaur dan pemangku. Juga para RT dan ibu-ibu PKK Pekon tersebut. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Pendamping desa Kecamatan Sumberjaya Juanda dan PLD.

Dalam sambutannya Harun menjelaskan ada Dua kegiatan pemutakhiran data sesuai dengan Permendes No.13/2020 tentang prioritas Dana Desa 2021, yaitu Indek Desa membangun dan SDGs Desa. 

Yang mana IDM memotret hasil kerja berbagai pihak untuk desa, khususnya kerja pemerintahan pekon. Sementara SDGs Desa adalah kegiatan pendataan untuk mendukung pelaksanaan SDGs Desa sebagai pola baru arah pembangunan desa yang lebih terarah dan terukur, berbasis data yang terbaru, yang dilakukan oleh pekon sendiri pendataannya. Yang nantinya menjadi dokumen strategis milik pekon sepenuhnya. 

Ditambahkan Harun, pembekalan pokja dilakukan menjelang pendataan dan pengisian kuesioner. SDGs mencakup empat level, yaitu level individu artinya setiap warga Simpangsari akan mengisi kuisioner. Kemudian level rumah tangga atau KK, level RT dan juga pekon.

Dan di Pekon Simpangsari terdapat 2.600 jiwa. Maka pekon harus menyiapkan kuesioner sebanyak 2.600 berkas. Jika Kepala Keluarga (KK)-nya ada 780 KK. Pekon menyiapkan 780 berkas. 

”Pekon Simpangsari punya 22 RT makanya pekon menyiapkan 22 berkas untuk diisi oleh para RT, dan terakhir kuesioner Desa yang akan diisi oleh Juru Tulis dibantu perangkat lainnya,” ujarnya.

Ditegaskan Harun, untuk mensukseskan kegiatan itu dibutuhkan sumber daya manusia dan juga sumber daya finansial. Dimana data yang didapat akan di input ke aplikasi dan diupload. “Online, artinya butuh juga pusat atau paket data,” kata Harun.

Masih kata Harun pembekalan pokja  akan langsung membagikan kuesioner kepada pemangku untuk selanjutnya dibagikan ke RT dan pokja pendataan untuk langsung bekerja melakukan pendataan.  

Dan targetnya dalam Dua minggu pendataan selesai kemudian dilakukan penginputan ke aplikasi. “Target kami ini selesai sesuai jadwal du surat edaran sekda, 15 Mei 2021,” sebut Harun 

Sementara Koordinator Pendamping Kecamatan Sumberjaya Juanda,  yang memberikan pembekalan kepada pokja menyampaikan, bahwa setiap pertanyaan kuesioner di bahas satu persatu sehingga ketika mendata didapat data sesuai dengan yang diharapkan.

“Apresiasi kami sampaikan kepada pihak pekon, khususnya peratin yang sangat support terhadap kegiatan yang menjadi prioritas dana desa 2021, dan menjadi prioritas pemerintah pusat untuk mencapai target SDGs yang lebih baik dari tahun ke tahun,” harapannya.

Diterangkannya hasil analisa kemendes, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Desa di youtube, koran, dan lainya, kesuksesan pekon mencapai SDGs Desa akan berkontribusi 74% tujuan pembangunan nasional yang berkelanjutan Kata Juanda.

Juanda juga menyebutkan Bupati Lambar Parosil Mabsus  sangat perhatian dan support pembangunan desa dan menjadi prioritas menuju Lambar Hebat dan Sejahtera. Lambar hebat akan terwujud dari pekon yang hebat juga. (rinto/haris)


Pos terkait