Sinkronisasi DPT dan DP4 Selisih 4.521 Data

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) telah melakukan sinkronisasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu terakhir dengan Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) melalui KPU RI, hasil sinkronisasi itu terdapat 107.822 data pemilih.

Komisioner KPU Pesbar Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Marten Efendi, mengatakan bahwa jumlah data hasil sinkronisasi itu sebanyak 107.822 data pemilih. Artinya, jika mengacu pada DPT Pemilu terakhir di Kabupaten Pesbar yakni 112.343 pemilih itu terdapat selisih 4.521 data pemilih, pengurangan pemilih itu dipengaruhi karena ada pemilih ganda, meninggal dunia, pindah domisili dan lainnya.

Bacaan Lainnya



“Untuk jumlah DP4 sebanyak 109.000 penduduk potensial, sedangkan DPT Pemilu terakhir di Pesbar 112.343 pemilih dan dari hasil sinkronisasi DP4 dengan DPT menjadi 107.822 data pemilih,” katanya, Senin (15/6).

Dijelaskannya, jumlah data hasil sinkronisasi itu akan dilakukan pemutakhiran sebelum penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS) hingga Daftar Pemilih Tetap (DPT). Karena itu, data hasil sinkronisasi itu belum merupakan data final yang menjadi DPT dalam Pilkada Pesbar 9 Desember 2020 mendatang.

“KPU Pesbar masih akan melakukan beberapa tahapan untuk melakukan validasi dengan melakukan pemutakhiran data itu melalui pencocokan dan penelitian (coklit),” jelasnya.

Masih kata dia, jumlah data hasil sinkronisasi itu juga akan diturunkan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) sebagai acuan untuk pelaksanaan Coklit pada 15 Juli sampai 13 Agustus 2020.

Sehingga nanti dalam pelaksanaan Coklit juga dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Sedangkan untuk pembentukan PPDP dijadwalkan mulai 24 Juni sampai 14 Juli 2020, dengan jumlah sebanyak 318 orang PPDP sesuai dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Dalam pelaksanaan Coklit nanti berbeda dengan Pemilu sebelumnya, untuk Pilkada serentak 2020 nanti dilaksanakan melalui Pemangku/Kepala Lingkungan/di setiap Pekon/Kelurahan,” katanya.

Ditambahkannya, PPDP akan menerima data warga dari Pemangku/Kepala Lingkungan karena dengan pertimbangan pandemi Covid-19. Namun, jika pandemi Covid-19 sudah mulai membaik akan dilakukan Coklit serentak dari rumah ke rumah, hal itu juga masih menunggu informasi dari KPU RI.

Dirinya berharap tidak ada kendala, karena setelah dilakukan Coklit akan dilaksanakan tahapan selanjutnya yakni persiapan DPS hingga DPT. Karena itu dirinya memperkirakan jumlah DPT Pilkada 2020 di Pesbar akan bertambah dari jumlah data hasil sinkronisasi tersebut.

“Kita juga akan segera berkoordinasi dengan Disdukcapil Pesbar terkait dengan jumlah data penduduk yang sudah meninggal, TNI/Polri yang sudah pensiun dan data terkait lainnya,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)



Pos terkait