Siswa Baru PAUD dan TK Turun 30 Persen

  • Whatsapp
Kepala Bidang Dikdas Disdikbud Lamteng Nur Rohman

Medialampung.co.id – Proses belajar daring yang masih dilaksanakan di Lampung Tengah berdampak terhadap penerimaan siswa baru, khususnya bagi PAUD atau TK. Bagaimana tidak, PAUD dan TK mengalami penurunan siswa baru hingga 30 %.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lamteng Nur Rohman menyatakan sesuai anjuran pemerintah daerah yang masih zona merah dianjurkan tidak boleh melakukan proses belajar tatap muka.

Bacaan Lainnya

“Kita masih ikuti anjuran pemerintah. Proses belajar mengajar belum bisa dilakukan tatap muka. Tapi masih tetap daring,” katanya.

Karena itu, kata Nur Rohman, Disdikbud Lamteng tetap melakukan penguatan terhadap satuan pendidik agar proses belajar mengajar tetap dilaksanakan sesuai kurikulum.

“Kita lakukan penguatan ke satuan pendidik agar proses belajar tetap dilaksanakan sesuai kurikulum. Tidak ada yang berubah meski daring. Dewan Pengawas Pendidikan juga akan melakukan pengawasan agar satuan pendidik tetap melaksanakan proses belajar mengajar dengan baik,” ujarnya.

Terkait penerimaan siswa baru, Nur Rohman mengakui terjadi penurunan siswa didik baru di jenjang PAUD atau TK.

“Memang terjadi penurunan siswa baru di PAUD atau TK. Banyak orang tua yang enggan mendaftarkan anaknya ke PAUD atau TK. Kalau SD tidak berpengaruh karena harus sudah wajib. Penurunan peserta didik di PAUD atau TK sebesar sekitar 30 %,” ungkapnya.

Nur Rohman mengakui, proses belajar daring ini sebagian orang tua merasa terbebani.

“Memang kalau belajar daring ini sebagian orang tua siswa terbebani. Terlebih lagi jika anaknya masih PAUD atau TK. Apalagi jika orang tuanya memiliki kesibukan. Dengan daring harus mengajari anak-anaknya. Pastilah ada yang bertentangan. Tapi, disisi lain harus mengutamakan kesehatan,” katanya.

Bukan hanya orang tua, kata Nur Rohman, guru yang berstatus pegawai negeri juga berdampak dengan sertifikasi.

“Ada kan PAUD dan TK yang statusnya pegawai negeri. Ini berpengaruh terhadap sertifikasinya. Juga berpengaruh terhadap bantuan operasional penyelenggaraan (BOP) PAUD karena dihitung dari jumlah siswa,” ungkapnya. (sya/mlo)




Pos terkait