Situasi Belum Aman, Korban Konflik Gajah Masih Mengungsi

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – 27 Kepala keluarga (KK) korban konflik gajah dan manusia di Pekon Sukamarga Kecamatan Suoh Lampung Barat tetap akan mengungsi di tempat yang lebih aman, sampai situasi benar-benar memungkinkan mereka bisa kembali beraktifitas di lahan garapan, yang telah memasuki dua pekan ditinggalkan, setelah porak-poranda akibat kawanan gajah. 

Camat Suoh Mandala Harto, SIP., mengungkapkan, saat ini ke-27 kepala keluarga tersebut masih mengungsi di rumah kerabat yang jauh dari lokasi konflik gajah. Mereka diimbau untuk tidak kembali dulu ke lahan garapan, karena kawanan gajah masih memungkinkan untuk kembali. 

Bacaan Lainnya




“Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan mereka kami imbau tetap tinggal bersama keluarga mereka yang lebih aman. Karena sewaktu-waktu kawanan gajah tersebut bisa saja kembali, terlebih daerah konflik merupakan jalur perlintasan kawanan gajah tersebut,” ungkap Mandala, Kamis (18/2).

Selain karena kondisi yang belum sepenuhnya aman, kata dia, kondisi rumah atau gubuk tempat tinggal mereka mengalami kerusakan bahkan ada sebagian yang memang mengalami kerusakan parah sehingga perlu waktu untuk perbaikan sehingga bisa kembali bisa ditempati. 

“Kan rumah mereka banyak yang rusak, jadi perlu waktu untuk perbaikan, sementara perbaikannya juga menunggu situasi benar-benar aman, karena akan sangat berbahaya ketika memaksakan untuk melakukan aktivitas di lahan garapan,” kata Mandala menambahkan. 

Sementara itu, kawanan gajah yang salah satunya diberi nama Bunga terpantau mulai menjauh dan mengarah ke wilayah Talang Gajah Kecamatan Bandarnegeri Suoh (BNS). Hanya saja kondisinya masih terpantau aman dan kawanan gajah berada di dalam hutan taman nasional. 

“Semoga kawanan gajah tersebut bisa benar-benar menjauh dari lahan garapan masyarakat, sehingga masyarakat bisa aman dan nyaman dalam beraktivitas berkebun yang menjadi mata pencaharian mayoritas masyarakat,” pungkasnya. (nop/mlo)


Pos terkait