SKIn Lampung Gelar Coaching Clinic Sebelum Aksi Adventure 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Meminimalisir problem saat Adventure, Suzuki Katana Jimny Indonesia (SKIn) Pengda Lampung melakukan Coaching Clinic bersama Chandra Sinungan, di Sekretariat SKIN Lampung Virgo Variasi, Bandarlampung, Jumat (11/6).

Banyaknya penggemar Suzuki -Katana termasuk di Lampung, Komunitasnya pun eksis dengan beragam kegiatannya yang menarik bagi para anggota serta kerap melibatkan keluarga dalam kegiatan sosial maupun Offroad Adventure.

Bacaan Lainnya

Usai menggelar MUSDA Ke-4 SKIn Lampung dua minggu yang lalu, di Aula BPSDM. Rangkaian Rapat Formatur guna menyusun kelengkapan struktur organisasi, juga dilangsungkan beberapa kegiatan non formal seperti latihan rutin main lumpur di seputaran wilayah Provinsi Lampung. 

“Hari ini SKIn Pengda Lampung menggelar Coaching Clinic yang diikuti para anggota dan keluarga besar SKIn Lampung,” jelas Ketua SKIn Lampung, Wawansyah.

Wawansyah menambahkan, pihaknya sedang merencanakan kegiatan yang bersifat internal, maupun eksternal untuk meningkatkan kekompakan, memupuk suasana kekeluargaan, membangun soliditas sesama anggota SKIn, juga menjalin kerjasama dengan komunitas lainnya seperti Kopdar seluruh komunitas, Latgab (Latihan Gabungan), Kunjungan ke beberapa Destinasi Wisata, Mencoba Beberapa Kuliner Khas Lampung, dan Kegiatan Bhakti Sosial. 

“Kita ingin SKIn bermanfaat mempererat silaturahmi, juga ada manfaat bagi masyarakat luas nantinya, termasuk mensuport program pembangunan dalam bentuk event-event yang kita kolaborasikan, dengan sumber daya baik pemerintah maupun anggota SKIn itu sendiri,” tandas Wawansyah.

Sementara Candra Sinungan Instruktur dalam Coaching Clinic mengatakan, untuk kendaraan yang mengikuti Adventure diperlukan perlengkapan Winch, strap, shackle, snatch block, alat keselamatan pemadam api ringan (apar), P3K, sarung tangan, damper winch, relay cadangan, dongkrak, pengukur tekanan ban, senter, kabel-kabel, jumper, peralatan tersebut sangatlah vital dalam kegiatan adventure. Jika tidak dimiliki per orang, perlu disiasati dibagi dalam Tim. 

“Dalam adventure kita tidak tahu masalah apa yang akan kita hadapi.maka perlu disiapkan tools standar, untuk keselamatan dan keamanan dalam perjalanan.dalam penyampaian ia juga menjelaskan tidak hanya, teori, kali ini para peserta langsung praktek menggunakan peralatan seperti Winch, strap, shackle, snatch block, diskusi tukar informasi pengalaman kejadian dan bagaimana menangani masalah dan mencari solusi sementara dikala darurat,” pungkasnya.(*/mlo)




Pos terkait