SMA dan SMK di Waykanan Terapkan KBM Tatap Muka Mulai 10 Agustus

  • Whatsapp
Wakil Bupati Waykanan DR. Drs. Hi. Edward Anthony, MM., saat mendengarkan penjelasan rencana pelaksanaan belajar tatap muka bagi SMK dan SMA di rumah dinasnya, Selasa (14/7)

Medialampung.co.id – Pasca penetapan New normal oleh pemerintah dan masuknya Kabupaten Waykanan beserta 5 Kabupaten lainnya yang ada di Lampung sebagai zona hijau Covid-19, seluruh sekolah menengah tingkat atas (SMK dan SMA) akan segera melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan tatap muka, yang disesuaikan dengan ketentuan pemerintah kabupaten setempat di masa pandemi Covid-19 yakni pada 10 Agustus 2020 berbarengan dengan SMP sederajat.

Hal itu disampaikan, Ketua MKKS SMK Kabupaten Waykanan Subuh Kurniawan, Selasa, 14 Juli 2020. Menurut Subuh, Memasuki tahun ajaran baru Kegiatan belajar mengajar sudah dilaksanakan, hanya saja masih menggunakan metode dalam jaringan (daring), dan untuk pelaksanaan tatap muka SMK dan SMA akan dimulai pada 10 Agustus 2020 yang akan datang, dan hal itu sudah dikoordinasikan dengan Pemkab Waykanan melalui wakil bupati Waykanan secara langsung pada Selasa (14/7) siang.

Bacaan Lainnya



Pernyataan ketua MKKS SMK se-Kabupaten Waykanan tersebut turut dibenarkan oleh Lukas, perwakilan MKKS SMA Waykanan.

“Untuk metode pelaksanaan tatap muka proses belajar dan mengajar setiap sekolah SMK maupun SMA mungkin memiliki metode masing-masing yang disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi si masing-masing pula akan tetapi untuk peraturan ke kesehatan dan untuk keselamatan siswa hal itu itu akan tetap dilakukan secara bersama-sama di seluruh sekolah SMK maupun SMA antara lain setiap siswa atau siswi harus menggunakan masker menyiapkan hand sanitizer dan juga menjaga physical distancing, dan bagi siswa-siswi yang tidak mampu menyediakan hand sanitizer dan bahkan masker nanti akan di diadakan oleh sekolah,” ujar Lukas

Terkait hal itu, Wakil Bupati Waykanan DR. Drs. H. Edward Anthony, MM., menegaskan kepada pengurus MKKS SMK dan SMA Waykanan untuk benar-benar memperhatikan keselamatan dan kesehatan siswa-siswinya pada pelaksanaan pembelajaran tatap muka tersebut.

“Mulai dari sekarang saya minta seluruh SMK dan SMA se-Kabupaten Waykanan untuk dapat mensosialisasikan berbagai program dan peraturan serta protokol kesehatan yang harus ditaati oleh siswa-siswi maupun wali murid Pada pelaksanaan pembelajaran dengan tatap muka di era new normal, karena walaupun setiap siswa memang diwajibkan mendapatkan pembelajaran akan tetapi kesehatan dan keselamatan masih menjadi prioritas utama, untuk itu itu saya berharap agar seluruh SMA dan SMK di Waykanan dapat benar-benar melakukan sosialisasi kepada siswa-siswinya dan juga Wali muridnya Sehingga nantinya tidak akan ada ada persoalan saat dilaksanakan,” tegasnya.(wk1/mlo)



Pos terkait