SMP 44 Kota Bandarlampung Memiliki 177 Siswa Biling

  • Whatsapp
Wakil Kepala SMPN 44 Bandarlampung Dra. Karyati Astrawinata, S.Pd., saat ditemui di SDN 1 Gunungsulah.

Medialampung.co.id – Sekolah Menengah Pertam (SMP) 44 merupakan salah satu sekolah negeri di Bandarlampung beralamatkan di Jl. Pulau Buton Raya, Kelurahan Gunungsulah, Wayhalim, sudah mulai aktif dengan jumlah siswa bina lingkungan (biling) 177 orang. 

Wakil SMPN 44 Kota Bandarlampung Dra. Karyati Astrawinata, M.Pd., sudah mengikuti peraturan yang diterbitkan walikota Herman HN. Sesuai dengan peraturan pemerintah mendiknas, sebagaimana. Semua sekolah negeri wajib menerima siswa kolektif sejak 29 Juni 2020.

Bacaan Lainnya



Baru sebulan setengah berjalan meski masih menumpang di Sekolah Dasar Negeri 1 Gunung Sulah Kota Bandarlampung. Dan hanya memakai 8 ruangan untuk belajar.

Namun, untuk penerimaan siswa periodik, lebih mengutamakan Biling kemudian reguler, dan pendaftaran sudah resmi ditutup pada 8 Juli 2020 sudah tidak bisa lagi mendaftar.

Namun, beberapa hari yang lalu ada satu atau dua orang pendaftar susulan dengan alasan belum diterima di sekolah lain tapi memang warga terdekat.

Juga warga tersebut sebelumnya tidak mengetahui bahwa ada sekolah tersebut, tapi karena pendaftar memiliki alasan yang tepat pihak sekolah memiliki kebijakan sehingga bisa di memaklumi, dan keinginannya sekolah pun bisa terwujudkan

Pihak sekolah tidak ada alasan untuk tidak menerima siswa biling, terkecuali tidak memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan jalur biling di khususkan kepada masyarakat yang benar-benar tidak mampu.

Juga untuk siswa yang masuk melalui jalur biling, tidak ada pungutan biaya sedikitpun, sampai dengan tamat, adanya biling adalah bentuk kepedulian pemerintah kota Bandarlampung Herman HN, untuk membantu masyarakat yang tidak mampu.

Fasilitas yang yang ditanggung pemerintah untuk sementara  seperti perlengkapan baju osis, pramuka, tas, buku, juga sepatu.

Dengan harapan anak-anak yang ada kota bandarlampung tidak ada yang yang putus sekolah. 

“Karena SMPN 44 ini terhitung baru satu bulan setengah fasilitas sekolah masih memakai milik pribadi,”

SMPN 44 belum menerima bantuan dari pemerintah untuk mencukupi fasilitas sekolah, saat ini masih memakai peralatan dari masing-masing guru yang mengajar di sekolah tersebut, juga memakai milik pribadi dari pihak kepala sekolah.

177 siswa yang sudah resmi diterima di SMP 44 sudah di laporkan ke dinas pendidikan, tinggal menunggu persetujuan dari pusat terlebih dahulu. Karena dana BOS tidak bisa langsung. (ion/mlo)



Pos terkait