SMPN 44 Pungut Biaya Seragam Hingga Buku, Bolehkah?

  • Whatsapp
Kepala SMPN 44 Bandarlampung Karyati Astrawinata

Medialampung.co.id – Siswa SMPN 44 Kota Bandarlampung yang masuk melalui jalur Bina Lingkungan (Biling) mengeluh karena sekolah memungut biaya untuk pembelian seragam, baju olahraga serta buku modul bahan belajar daring yang besarnya Rp700 ribu lebih.

Salah seorang wali murid, sebut saja Rita (31) yang anaknya duduk di kelas 7 di SMPN 44 merasa keberatan dengan permintaan sekolah itu apalagi di tengah pandemi dimana pemasukan suaminya merosot tajam.

Bacaan Lainnya

“Suami saya kerjanya buruh lepas, anak saya yang pertama masuk SMP jalur Biling waktu sekolah memberikan rincian untuk beli baju muslim dan sebagainya juga buku modul yang nilainya Rp700 ribu lebih, saya keberatan,” jelas Rita kepada Medialampung.co.id, Rabu (18/8).

Dari rincian yang diajukan sekolah tersebut, Rita akhirnya terpaksa membeli buku modul belajar sebanyak 12 buku dengan nilai Rp120 ribu.

“Untuk baju muslim, baju batik dan lain-lain yang harganya Rp600 ribu saya tidak punya uang saya tidak beli. Saya hanya bayar buku modul saja,” ungkap ibu dua anak itu.

“Saya juga heran kan sekarang sekolah gak masuk kok harus beli baju-baju. Tetangga saya kelas 8 akhirnya beli baju-baju itu untuk apa kan sekolah belajar di rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 44 Karyati Astrawinata menjelaskan untuk pembelian baju muslim, batik dan olahraga itu untuk persiapan sekolah tatap muka sedangkan buku modul merupakan permintaan wali murid.

“Baju dan lain sebagainya itu kami memesannya ke pihak lain jauh-jauh hari dengan harapan saat sekolah tatap muka bisa dipakai. Sedangkan untuk buku modul, itu permintaan wali murid berdasarkan rapat komite sekolah tempo hari,” katanya di SMPN 44 yang saat ini masih menumpang di SDN 1 Gunung Sulah.

“Alasannya pembelajaran daring ini orang tua murid mengeluh anaknya dapat apa dan modul yang kita berikan ini merupakan bagian dari pembelajaran tersebut agar anak-anak kita ini memiliki kompetensi di bidangnya,” tambahnya.

Inilah daftar yang ditawarkan SMPN 44 kepada siswa Bina Lingkungan (Biling) yang kekurangan biaya pendidikannya ditutupi Pemkot Bandarlampung:

  • Baju muslim Rp200.000
  • Baju batik Rp105.000
  • Baju olah raga Rp150.000
  • Dasi Rp25.000
  • Tali pinggang Rp25.000
  • Bad lokasi 2 buah Rp20.000
  • Bad nama Rp20.000
  • Jilbab 2 buah Rp100.000
  • Buku modul 12 buku Rp120.000

Untuk Diketahui, dalam Permendikbud No.75/2016 Pasal 12 huruf (a) menyebut, Komite Sekolah, baik perorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam atau bahan pakaian seragam di sekolah.(jim/mlo)


Pos terkait