Soal Akta Pernikahan, Disdukcapil Lambar Siap Jemput Bola

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lambar siap melakukan jemput bola melaksanakan pelayanan pencatatan akta perkawinan secara keliling. Hal itu dalam rangka mendekatkan pelayanan kepada masyarakat

“Dari Januari hingga Juni jumlah warga non muslim yang membuat akta pernikahan baru 26 pasang. Masih sedikitnya warga yang mengurus akta pernikahan ini dikarenakan adanya pandemi Covid-19 jadi banyak yang menunda pernikahan,” kata Kepala Disdukcapil Drs. Adi Utama.

Bacaan Lainnya



Kata dia, pihaknya telah melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat dan pihaknya siap memberikan pelayanan pembuatan akta perkawinan dengan cara jemput bola langsung datang ke gereja-gereja atau ke lokasi pernikahan lainnya. Hal itu dilaksanakan untuk memudahkan dalam memberikan pelayanan akta perkawinan bagi pasangan yang menikah. 

“Untuk pembuatan akta pernikahan ini, kami telah bekerjasama dengan pimpinan gereja jadi ketika ada yang menikah diharapkan kita diberitahukan,” ucapnya

Pihaknya juga berharap keluarga dan terutama bagi pasangan yang hendak menikah agar memberitahukan kepada pihaknya terlebih dulu bila ada rencana akan ada pelayanan pernikahan.

“Kita berharap pimpinan gereja, keluarga atau pasangan yang menikah untuk memberitahukan kepada kita supaya petugas pencatatan sipil dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil juga bisa datang untuk memberikan pelayanan pencatatan perkawinannya secara langsung,” katanya.

Seraya menambahkan, selain dalam rangka memberikan kemudahan pelayanan dalam hal pembuatan akta pernikahan, juga  untuk meningkatkan realisasi pembuatan akte pernikahan sebagai salah satu upaya tertib administrasi. 

Kata dia,  pembuatan akta perkawinan bagi warga Kabupaten Lampung Barat yang beragama non muslim di Disdukcapil tidak dipungut biaya alias gratis.

“Dokumen akta perkawinan sangat penting bagi warga yang beragama non muslim sehingga bagi warga yang belum memiliki akta tersebut agar segera melakukan pengurusan di Disdukcapil,” ucapnya

Dalam pengurusan akta perkawinan, lanjut Adi, syaratnya adalah melengkapi formulir model 1 dan model 2 yang dilampiri dengan surat keterangan belum pernah menikah dari kelurahan/desa (surat keterangan N1,N2, N3 dan N4), surat tanda pemberitahuan nikah asli dari pemuka agama, fotocopy surat pemandian/baptis/surat keanggotaan gereja. 

Kemudian, surat keanggotaan agama hindu/budha, akta perceraian/akta kematian yang asli bagi yang sudah pernah menikah, fotocopy akte kelahiran, fotocopy surat pemberitahuan nikah secara keagamaan, fotocopy KTP dan KK, foto copy surat keterangan kewarganegaraan dan surat pernyataan ganti nama untuk WNI keturunan. 

Selanjutnya, persyaratan lainnya berupa surat perjanjian nikah dari notaris bagi yang menghendaki, surat izin dari komandan bagi anggota TNI/POLRI, surat izin dari orang tua bagi yang belum berusia 21 tahun, serta pas foto 4×6 hitam putih/berwarna sejajar/berdampingan sebanyak lima lembar. 

“Kita mengimbau kepada warga non muslim yang ingin membuat akte perkawinan agar segera mengurus sekaligus mendaftar di Disdukcapil atau bisa menghubungi petugas Disdukcapil,” pungkas Adi. (lus/mlo)



Pos terkait