Soal Dana BPUM, Koperasi Tanera Bantah Ada Pemotongan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Beredar realisasi dana bantuan program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19, yang diusulkan oleh Koperasi Tanera Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), diduga ada pemotongan sebesar Rp1 juta terhadap masing-masing penerima. Dimana melalui program BPUM itu, masing-masing penerima mendapat bantuan nominal sebesar Rp2,4 juta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun bahwa, dugaan pemotongan dana BPUM sebesar Rp1 juta itu diperuntukan dengan alasan untuk pembuatan buku tabungan dan kartu anggota, yang diduga dilakukan secara paksa dan harus dengan besaran Rp1 juta.

Bacaan Lainnya


Sementara itu, terkait adanya dugaan pemotongan bantuan dana program BPUM itu, Ketua Koperasi Tanera Kabupaten Pesbar, R.Anton Joko Margono, S.E., membantah jika dalam realisasi bantuan dana program BPUM yang diusulkan oleh Koperasi Tanera itu ada pemotongan. 

Menurut dia, sebelumnya Koperasi Tanera telah mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) masyarakat di Kabupaten Pesbar mulai dari Kecamatan Karyapenggawa hingga Kecamatan Ngaras.

“Semua KTP-el itu sebagai salah satu syarat untuk usulan penerima program BPUM dari pemerintah pusat melalui koperasi Tanera,” katanya, Minggu (27/12).

Sehingga, kata dia, saat itu terkumpul 2.000 KTP-el, dan koperasi Tanera Kabupaten Pesbar langsung mengajukan usulan untuk bantuan dana penerima program BPUM itu ke pusat. Sedangkan, dari 2.000 warga yang telah diusulkan itu baru terealisasi 900 warga yang telah menerima bantuan dana program BPUM dan semua bantuan itu dicairkan langsung oleh penerima melalui Bank yang ditunjuk.

“Itu semua merupakan murni yang diusulkan koperasi Tanera, dengan tujuan untuk membantu warga di tengah pandemi Covid-19 ini,” jelasnya.

Dijelaskannya, penerima dana BPUM dengan jumlah bantuan sebesar Rp2,4 juta itu direalisasikan hanya Rp2,3 juta, sedangkan sisanya yakni Rp100 ribu tetap ditinggal di rekening masing-masing penerima. 

Sementara itu, adanya dugaan pemotongan dana bantuan program BPUM sebesar Rp1 juta yang dilakukan oleh koperasi Tanera Kabupaten Pesbar itu jelas tidak ada dan tidak benar.

“Dana Rp1 juta itu bagi penerima yang ingin bergabung menjadi anggota Koperasi Tanera, dan itu tidak ada unsur paksaan, selain itu juga besaran dana Rp1 juta itu ada rinciannya,” katanya.

Masih kata dia, dari total 900 warga penerima BPUM yang telah terealisasi oleh pusat itu, hanya ada sekitar 70 orang penerima yang bergabung untuk menjadi anggota koperasi Tanera.

Sementara itu, dana sebesar Rp1 juta dari BPUM bagi penerima yang bergabung menjadi anggota koperasi itu rincian untuk pembuatan kartu anggota koperasi dan buku tabungan koperasi yang akan diserahkan dengan yang bersangkutan termasuk besaran isi tabungannya. Kemudian, untuk simpanan pokok sebesar Rp350 ribu dan simpanan wajib sebesar Rp25 ribu dan kebutuhan anggota koperasi lainnya.

“Tentu dana Rp1 juta bagi yang masuk anggota koperasi itu akan kembali untuk kebutuhan dan kepentingan anggota koperasi itu sendiri,” jelasnya.

Karena itu, lanjutnya, pihaknya menegaskan tidak ada unsur paksaan untuk menjadi anggota koperasi dan tidak ada pemotongan dana BPUM itu. Dalam rekaman CCTV di sekretariat kantor Koperasi Tanera juga dapat dicek apakah dalam rekaman itu ada unsur pemaksaan atau tidak, termasuk pemotongan dana BPUM.

Sedangkan terkait penerima yang masuk anggota koperasi itu juga sebelumnya telah memahami dan siap untuk menjadi anggota koperasi serta mengeluarkan dana Rp1 juta untuk kebutuhan anggota koperasi sesuai rincian dimaksud. 

“Kita siap memberikan keterangan semestinya, jika memang ada penerima yang merasa bantuan dana BPUM yang diusulkan koperasi Tanera itu ada pemotongan silahkan datang ke sekretariat koperasi kita duduk bersama,” ujarnya.

Ditambahkannya, semua bantuan dana program BPUM itu diterima langsung oleh yang bersangkutan, yang jelas tidak ada unsur paksaan untuk menjadi anggota koperasi. Pihaknya juga berharap kepada warga lainnya yang telah diusulkan ke pusat untuk mendapat BPUM tersebut dan belum terealisasi diharapkan agar dapat bersabar.

“Semua warga yang diusulkan melalui koperasi Tanera untuk mendapat bantuan dana program BPUM itu memiliki usaha,” pungkasnya. (yan/d1n/mlo)




Pos terkait