Soal Hasil Tes Narkoba Balon Kakam, Komisi I DPRD Waykanan Gelar Hearing dengan Dinas PMK

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Memenuhi janjinya beberapa hari yang lalu, Komisi I Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Kabupaten Waykanan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau Hearing bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Waykanan terkait pelaksanaan tes narkoba bagi para bakal calon (balon) Kepala Kampung (Kakam) pada Jumat (9/4) yang lalu dan menghasilkan 3 orang balon kakam yang dinyatakan positif narkoba.

Pada RDP yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Waykanan H. Romli, S.Pd. tersebut, juga dihadiri oleh Ketua Komisi I Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Kabupaten Waykanan H. Rozali Usman, S.H., para anggota Komisi I Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Kabupaten sementara Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Waykanan juga dipimpin langsung oleh Ixuan Ahmadi dan jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Waykanan Lainnya. 

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan itu Hi. Romli sempat menanyakan langkah apa yang akan dilakukan kepada pihak Dinas PMK Kabupaten Waykanan terkait dua kampung yang hanya menyisakan calon tunggal karena lawannya telah gugur dalam tes narkoba yang lalu. 

“Kalau bisa, hindari Pj. Kepala Kampung yang terlalu lama menjabat. Apalagi dua Kampung tersebut terancam tidak bisa melanjutkan Pemilihan Kepala Kampung karena hanya memiliki calon tunggal. Sebab, kita menjaga jangan sampai ada masalah dalam Pemilihan Kepala Kampung di Tahun 2021 ini,” jelasnya. 

Kemudian, Ketua I Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Kabupaten Waykanan sempat memberikan apresiasi kepada Dinas PMK karena dianggap telah bekerja secara nyata. 

“Terima kasih atas kinerja Dinas PMK Kabupaten Waykanan. Sebab, tahun-tahun sebelumnya tidak pernah ditemukan balon kakam yang gugur dalam tes narkoba. Tentunya hal ini menunjukkan bahwa Dinas PMK Kabupaten Waykanan telah bekerja secara maksimal dalam Pemilihan Kepala Kampung di tahun ini,” terang Rozali. 

Di tempat yang sama, Anggota Komisi I Bidang Hukum dan pemerintahan DPRD Kabupaten Waykanan Beta Juana, S.H., meminta Kepada Dinas PMK Kabupaten Waykanan untuk memberikan data dari tes narkoba dan tes tertulis yang dilakukan oleh para balon kakam.

“Hal tersebut tentunya untuk menjadi salah satu data bagi menjawab pertanyaan masyarakat mengenai siapa saja balon kakam yang tidak berhasil lolos dari dua tes tersebut. Sebab, pihak DPRD Kabupaten Waykanan tidak akan menjelaskan sesuatu hal tanpa adanya data yang pasti,” ungkapnya. 

“Masalah seperti ketiga orang yang terduga mendapatkan hasil positif saat tes narkoba kemarin ini bisa saja menimbulkan masalah di Kampungnya. Apalagi dua Kampung dari ketiga orang tersebut sekarang terancam tidak bisa melanjutkan Pilkakam karena hanya memiliki calon tunggal. Jangan sampai kita semua membuka ruang yang bisa memunculkan masalah seperti pada Pilkakam sebelumnya. Kalau kita terus saja membuka ruang, pasti hal itu bisa menimbulkan masalah yang lebih besar lagi,” lanjut Beta. 

“Apa yang dilakukan Oleh BNN Kabupaten Waykanan pastinya akan sangat kami apresiasi. Sebab, sepanjang sejarah pemilihan Kepala Kampung, baru kali ini ada yang gugur dalam tes narkoba ini. Maka dari itu, kami juga meminta kepada Dinas PMK Kabupaten Waykanan, untuk memonitor terkait pemanjangan Dua Kampung di Kecamatan Baradatu yang hanya memiliki calon tunggal tersebut. Jangan sampai ada gejolak yang timbul di tengah masyarakat karena hal ini,” kata Beta. 

Kepala Dinas PMK Kabupaten Waykanan Ixuan Akhmadi menjelaskan apa saja yang telah dilakukan oleh Dinas PMK Kabupaten Waykanan. 

“Saat tes narkoba bagi para balon kakam keluar pada hari yang sama yaitu hari Sabtu (10/4) lalu, ketiga balon kakam tersebut dipanggil untuk ke BNN Kabupaten Waykanan guna menjalani tes ulang. Namun, hasil yang didapatkan tetap saja positif. Itulah mengapa mereka bertiga dinyatakan gugur dalam tes narkoba dan tidak bisa melanjutkan pencalonannya,” kata Ixuan. 

Kepala Dinas PMK Kabupaten Waykanan juga mengungkapkan bahwa kedua Kampung yang diadakan penjaringan ulang, pastinya akan dalam pantauan dan tidak dibiarkan begitu saja. 

“Terkait surat bagi Dua Kampung yang memiliki calon tunggal, sudah diserahkan ke Camat. Jadi apabila nanti kuota calon sudah memenuhi syarat, akan dilakukan tes narkoba kembali,” tutup Ixuan.(wk1/mlo)


Pos terkait