Soal Jaringan Listrik ke Way Haru, Pemkab Pesbar Koordinasi dengan PT. PLN IUD Lampung

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), menggelar rapat koordinasi dengan PT.PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung, untuk menindaklanjuti surat dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Perihal pemanfaatan jalan dan pemasangan jaringan listrik Desa 20 Kv di Jalur Way Heni-Way Haru di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), di Bandar Lampung, Rabu (17/11). 

Bacaan Lainnya

Hadir mewakili pemkab Pesbar, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Pesbar Audi Marpi, S.Pd, M.M., Plt.Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs.Gunawan, M.Si., kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Drs.Jon Edwar, M.Pd., kepala Dinas Lingkungan Hidup, Husni Arifin, S.Ip.

Selain itu hadir juga, Kabag Perekonomian dan SDA, Ariswandi, S.Sos., M.P., serta sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab lainnya. Sementara itu, dari pihak PLN UID Lampung dihadiri langsung GM PT PLN UID Lampung, I Gede Agung Sindu Putra beserta jajarannya.

Dalam kesempatan itu, Asisten I Setdakab Pesbar Audi Marpi, menyampaikan bahwa dari hasil koordinasi dengan PLN IUD Lampung itu ada beberapa poin yang akan ditindaklanjuti oleh pihak PLN IUD Lampung antara lain akan segera berkirim surat atau menghadap langsung ke Kementerian LHK sekaligus berkoordinasi dengan Balai Besar TNBBS dengan melengkapi beberapa persyaratan, antara lain, proposal dan rencana kerja.

Kemudian, gambar satelit resolusi detil (15 meter) digital dan hard copy, peta letak dan luas lokasi yang dimohon dengan skala 1:50.000. Selanjutnya, risalah umum kondisi kawasan hutan, dokumen lingkungan, serta surat permohonan kajian teknis ke TNBBS, dan untuk semua itu merupakan tanggung jawab PT.PLN (Persero).

“Karena itu, mudah-mudahan secepatnya bisa ditindaklanjuti oleh PLN, sehingga di wilayah Way Haru dan Pekon lainnya yang ada di wilayah terpencil di Kecamatan Bangkunat itu segera menikmati jaringan listrik PLN,” jelasnya.

Masih kata dia, dari hasil rapat itu juga pihak PLN menyampaikan di tahun 2022 mendatang ada lima pekon di Pesbar untuk kegiatan pemasangan jaringan listrik yang sebelumnya sempat terhenti. 

Mudah-mudahan itu juga bisa terealisasi. Selain itu, Pemkab Pesbar juga berharap kepada pihak PLN agar di Kabupaten Pesbar yang  kini masih memiliki gardu jaga itu bisa ditingkatkan menjadi ULP PLN Kabupaten Pesbar.

“Hal itu mengingat kedepan Kabupaten Pesbar memerlukan aliran listrik yang banyak, seperti untuk kebutuhan perkantoran Pemkab Pesbar, maupun lainnya,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)

Pos terkait