Soal Konflik Gajah Suoh, Parosil Minta Bantuan Kementrian Hingga DPR RI

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Konflik gajah dan manusia yang terjadi hampir setiap tahun di Kecamatan Suoh dan Bandarnegeri Suoh (BNS) Kabupaten Lampung Barat belum juga ada solusi. Hal tersebut membuat Bupati Lambar Hi. Parosil Mabsus meminta bantuan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) RI hingga Komisi IV DPR RI untuk menyelesaikan konflik tersebut. 

Hal tersebut menjadi poin dalam rapat yang dipimpin Pakcik—sapaan Parosil Mabsus yang dihadiri jajaran Forkopimda, mulai dari Ketua DPRD Lambar Edi Novial, Dandim 0422 Lambar Letkol CZI Benni Setiawan, kemudian dihadiri pihak Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BB-TNBBS) Wilayah II Liwa, Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Lampung melalui Kelompok Pengelola Hutan (KPH) Komisi II DPRD Lambar. 

Bacaan Lainnya

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Pemkab Lambar Mazdan Bakri, SIP., mengungkapkan, konflik gajah yang terjadi di Kecamatan Suoh dan BNS mengundang keprihatinan pemerintah daerah. Karenanya, secara khusus bupati Lambar Parosil Mabsus mengundang jajaran Forkopimda untuk membahas persoalan tersebut. 

“Berdasarkan hasil rapat yang dilakukan, salah satu poin yang dihasilkan yakni pemerintah daerah akan meminta bantuan kementrian dalam hal ini Kementerian LHK, kemudian meminta bantuan dari dari Komisi IV DPR RI yang langsung disampaikan kepada ketua Komisi IV bapak Sudin untuk mendorong penyelesaian konflik gajah yang terjadi hampir setiap tahun tersebut,” ungkapnya. 

Menurut Mazdan, konflik gajah yang terjadi di Kecamatan Suoh dan BNS tersebut telah menimbulkan banyak kerugian bagi masyarakat, mulai dari kerugian materi akibat  rumah dirusak, tanaman yang menjadi mata pencarian masyarakat habis, hingga terhambatnya roda perekonomian masyarakat akibat masyarakat tidak bisa melakukan aktifitas di kebun seperti biasanya. 

“Semoga kedepannya konflik gajah ini bisa segera menemukan solusi, misalkan kawanan gajah dilakukan relokasi ke tempat lain atau adanya solusi lain sehingga konflik ini bisa segera berakhir, ” pungkasnya. 

Seperti diketahui, konflik gajah dan manusia di Kecamatan Suoh dan BNS sudah terjadi lebih dari satu bulan terakhir. Bahkan kawanan gajah sempat masuk pemukiman warga dan menimbulkan kerusakan pada rumah warga. Tidak hanya itu masyarakat juga tidak berani beraktifitas di kebun, belum lagi Satgas yang harus melakukan blokade agar kawanan gajah tersebut menjauh. (nop/mlo)


Pos terkait