Soal Pemalsuan Kartu Vaksin, Bunda Eva: Jangan Sampai Terjadi di Bandarlampung

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Maraknya pemalsuan kartu vaksin Covid-19 yang terjadi di banyak daerah di Indonesia, mendapat sorotan khusus dari Walikota Bandarlampung Eva Dwiana.

Eva Dwiana berharap agar warga yang ingin mendapatkan kartu (vaksin) benar-benar yang sudah divaksinasi.

Bacaan Lainnya

Dia juga memerintahkan kepada Dinas Kesehatan setempat untuk selalu memantau kegiatan vaksinasi Covid-19, terutama  yang dilaksanakan di tiap puskesmas.

Setiap warga yang sudah mengikuti vaksinasi, kartu vaksin sudah bisa langsung diterima, dan itu sudah ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan,dan Kepala Puskesmas setempat.

“Setiap puskesmas yang melaksanakan Vaksinasi, (kartu vaksin) harus tanda tangan Kepala Dinas Kesehatan, juga Kepala Puskesmas di tempatnya masing-masing,” kata Bunda Eva saat meninjau pelaksanaan vaksinasi DPC PDI Perjuangan Kota Bandarlampung di Puskesmas Sukamaju, Kecamatan Telukbetung Timur

Walikota Eva Dwiana menegaskan, jangan sampai vaksinasi yang sudah berlangsung sejak 15 Januari 2021 lalu, yang sudah diikuti warga Kota Bandarlampung bisa terdampak dengan beredarnya kartu vaksin palsu.

“Insyaallah jangan sampai itu terjadi di Bandarlampung, hanya karena ulah oknum yang tidak bertanggung jawab, banyak warga yang dirugikan, karena vaksinasi ini sudah berlangsung lama,” harapnya.

Sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri, Kota Bandarlampung saat ini berstatus PPKM Level 4 hingga 6 September 2021, Namun Pemkot memberikan kelonggaran bagi pelaku usaha di sektor ekonomi, dengan syarat vaksinasi dan Protokol Kesehatan.

“Kartu vaksinasi Covid-19 memuat data pribadi seperti nama, NIK, tanggal lahir, hingga tanggal vaksinasi,dan itu harus mengikuti vaksinasi, jadi tidak bisa seenaknya dikeluarkan kartu vaksin tanpa prosedur vaksinasi,” tandas Eva Dwiana Ketua Satgas Covid-19.(jim/mlo)


Pos terkait