Soal Pemekaran Wilayah Lamteng, Ini Pendapat Ketiga Paslon

  • Whatsapp

Medialampung.co.id. – Isu pemekaran Lampung Tengah menjadi Kabupaten Seputih Barat dan Timur kembali muncul di tengah masyarakat. Hal ini menjadi salah satu pertanyaan dewan pakar kepada tiga paslon bupati-wakil bupati dalam debat di BBC Hotel Bandarjaya, Jumat malam (4/12).

“Rencana pemekaran Kabupaten Lamteng menjadi Kabupaten Lampung Seputih Barat dan Lampung Seputih Timur sudah bergulir sejak 2008 dan disetujui DPRD Lampung sejak 2015. Isu ini kembali muncul pada masa kampanye Pilkada Lamteng 2020. Pertanyaannya, bagaimana tanggapan saudara tentang masalah pemekaran? Apakah pemekaran masih dibutuhkan saat ini dengan alasan rentang kendali pemerintah? Apakah solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan pemekaran di Lamteng,” kata moderator debat Cindi Tania yang membacakan pertanyaan dewan pakar.

Bacaan Lainnya


Giliran paslon nomor urut 1 Loekman Djoyosoemarto-M. Ilyas Hayani Muda yang menjawab pertanyaan pertama. “Sebetulnya secara pribadi pada diri saya. Kalau kami masih diberi kesempatan atau amanah oleh masyarakat, program pemekaran wilayah ini sangat efektif untuk percepatan pembangunan. Jadi menurut saya, itu akan lebih baik dilaksanakan atau direalisasikan pemekaran wilayah. Hanya sekarang ini, kita terkendala moratorium dari presiden untuk pemekaran-pemekaran wilayah. Menurut saya, ini akan lebih baik untuk percepatan pembangunan di masing-masing daerah. Semakin sempit daerah, semakin cepat dan mudah proses pembangunan,” kata Loekman.

Paslon nomor urut 2 Musa Ahmad-Ardito Wijaya juga menjawab pertanyaan yang sama. “Perlu diketahui pada 2010 ketika saya menjabat wakil bupati Lamteng, saya juga yang ikut menggagas pemekaran Lamteng, Seputih Barat dan Seputih Timur. Tapi, sekarang ini persoalannya kita terkendala moratorium pemerintah pusat. Karena itu, terkait pemekaran, saya pikir tak ada persoalan untuk kebaikan masyarakat yang ada di Lamteng ini. Sambil menunggu moratorium dari pemerintah pusat, saya berharap pemerintahan yang ada ke depan mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Begitu juga pemerataan pembangunan yang ada untuk keluarga besar kita di Seputih Barat dan Seputih Timur. Begitu juga mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Karena apa selama ini terjadi, pelayan dan pemerataan pembangunan belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat Lamteng ini,” kata Musa.

Sementara paslon nomor 3 Nessy Kalvia Mustafa-K.H. Imam Suhadi juga memaparkan jawabannya. “Lamteng saat ini adalah kabupaten terluas di Lampung. Juga penduduk terbanyak di Lampung. Kalau ditanyakan masih diperlukan, sangat diperlukan adanya pemekaran Lamteng jadi Kabupaten Seputih Barat dan Seputih Timur. Bahwa benar beberapa tahun lalu dari DPD RI, DPR RI, dan DPRD Lampung sudah meninjau lokasi. Syarat-syarat administrasi, syarat akademis, kelayakan, itu semua sudah dipenuhi. Hanya moratorium ditutup sehingga pemekaran tak bisa terus berlanjut. Solusi lain untuk menjangkau pelayanan pendidikan, kesehatan, atau kesejahteraan masyarakat, mungkin pemekaran kecamatan dan kampung yang saat ini bisa dilakukan,” jawab Nessy. (sya/mlo)




Pos terkait