Sosok Lia Formusa, Pekerja Migran yang Gigih Mencari Bantuan untuk Pringsewu

  • Whatsapp
Lia bersama majikannya usai wisuda kelulusan penyetaraan. - Foto dok Pribadi

Medialampung.co.id – Berbagai aksi sosial termasuk Sumbangan 10 tabung oxygen beserta isinya, regulator, APD serta dua unit generator oxygen dari Mr. Joy tak terlepas dari kerja keras Lia Formusa, salah satu pekerja Migran Indonesia asal Sumberagung Ambarawa kabupaten Pringsewu. Kegigihannya melobi dan meyakinkan sesama pekerja migran serta dermawan asal Taiwan untuk membantu warga Kabupaten Pringsewu yang membutuhkan.

Apa yang dilakukan Lia, dikatakannya langsung dari Taiwan melalui WA hanya keterpanggilan hati nurani. “Saya melihat banyak sekali saudara saudara kita di Pringsewu yang masih membutuhkan bantuan,” ungkapnya. 

Bacaan Lainnya

Pekerja migran yang aktif di PC NU Taiwan serta menjadi ketua Denwatser Banser di Taipei melalui Lazis NU Taiwan juga melakukan penggalangan dana untuk membantu siapa saja yang membutuhkan.

Menurut anak ketiga dari Empat bersaudara pasangan Joko Waluyo dan Suratin itu karena tidak bisa membantu sendiri maka juga mengajak teman temannya sesama pekerja migran khususnya asal Pringsewu untuk menyisihkan sebagian dari penghasilannya untuk mereka yang membutuhkan. Dengan keikhlasan dan kemampuan sebisa mungkin berusaha membantu mereka yang membutuhkan.

“Setidaknya saya hanya ingin bermanfaat untuk orang lain mas,” aku wanita yang sejak sekolah aktif di Pramuka Saka Bhayangkara itu.

Diakuinya meski tak mudah namun pastinya harus meyakinkan mereka untuk apa gunanya uang tersebut.

“Alhamdulillah masih banyak teman teman yang mempercayai saya sehingga bisa terkumpul dana untuk disumbangkan ke organisasi organisasi yang ada di Pringsewu,” ungkapnya. 

Diantaranya bantuan alat pelindung diri (APD) untuk RSUD Pringsewu melalui Mas Umbar salah satu penggiat sosial. Kemudian melalui donor darah sukarela (DDSP) Pringsewu yang diketuai Teguh berupa uang Rp 3 juta. Serta melalui LazisNU Pringsewu untuk pembangunan Mushola di pekon Jatirenggo.

Sosok pemilik nama asli Sri Desi Nataliasari itu memang dikenal gigih. Tak hanya penggalangan aksi sosial namun juga ketekunannya untuk tetap menuntut ilmu. Meski statusnya sebagai pekerja migran namun tak menyurutkan langkahnya untuk berpendidikan tinggi. 

Lia yang pernah bersekolah di SMK Karya Bhakti Pringsewu itu tetap berupaya membagi waktu untuk kuliah. Disela sela kesibukannya bekerja pada majikannya Lia kuliah mengambil jurusan Ilmu komunikasi. “Saya kuliah di semacam UT nya Taiwan,” akunya. 

Sedapat mungkin menurutnya kuliahnya tak mengganggu aktivitas kerjanya. “Sudah 11 tahun saya bekerja pada majikan. Dan nggak pernah pindah pindah,” tambahnya. 

Bahkan si majikan mendukung penuh keinginannya untuk sekolah tinggi. “Jadi majikan saya sudah seperti keluarga sendiri. Mereka mengizinkan saya untuk apa saja, yang penting pekerjaan rumah beres,” akunya.

Cita cita besar untuk tetap berguna bagi orang lain terus terpatri di dirinya. Termasuk bila kelak tak bekerja lagi di Taiwan niatnya akan terus berbuat untuk orang lain. “Dua tahun lagi kontrak saya habis . Saya akan pulang usaha di rumah dan mungkin akan aktif di organisasi sosial yang ada di rumah,” harapnya. 

“Insya Allah jika Allah masih mengijinkan saya seumur hidup akan terus melakukan hal-hal yang berguna dan membantu orang orang yang membutuhkan,” sambung Sri Desi Nataliasari atau lebih dikenal dengan Lia Formusa.(sag/mlo)


Pos terkait