Spesies Penyu di Pesbar Kian Langka

  • Whatsapp
Penyu Leatherback atau juga dikenal dengan Penyu Belimbing, merupakan spesies penyu terbesar di dunia yang kini mulai jarang terlihat di perairan Pesbar

Medialampung.co.idKeberadaan spesies penyu di perairan Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) hingga kini kondisinya kian mengkhawatirkan dan terancam punah. Selain sudah jarang terlihat atau langkanya indukan penyu yang mendarat untuk bertelur di sepanjang pinggiran pantai, saat ini di wilayah Pesbar juga sudah tidak ada lagi lokasi penangkaran penyu.

Kepala Dinas Perikanan Pesbar, Armen Qodar, S.P, M.M., mengatakan bahwa lokasi penangkaran penyu sebelumnya yakni Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) di Pekon Muara Tembulih, Kecamatan Ngambur, kini sudah tidak berfungsi maksimal sejak aset KKLD tersebut di kelola oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung.

Bacaan Lainnya



“Hal itu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi menurunnya perkembangbiakan penyu, padahal di perairan Pesbar memiliki beberapa jenis spesies penyu,” katanya.

Lanjutnya, seperti jenis penyu Lekang (Lepidochelys Olivaceae), penyu Sisik (Erethmochelys Imbricata), penyu Hijau (Chelonia Mydas) dan penyu Belimbing (Dermochelys Coreacea). Jika tidak segera dilakukan penanganan serius, tentu dikhawatirkan spesies penyu di perairan Pesbar ini terancam habis. Meski masih ada beberapa indukan penyu yang mendarat untuk bertelur di pinggiran pantai, namun itu masih cukup jarang terjadi.

“Bahkan, walaupun ada sarang-sarang penyu, tidak menutup kemungkinan banyak masyarakat yang mencari dan mengambil telurnya,” jelasnya.

Dikatakannya, pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan DKP Provinsi agar lokasi KKLD yang ada di kecamatan Ngambur itu bisa segera dilakukan perbaikan maupun penambahan semua fasilitas pendukung penangkaran, sehingga bisa difungsikan kembali seperti semula.

Karena selain sebagai lokasi penangkaran penyu, KKLD itu juga sebagai salah satu objek tujuan wisata terutama bagi para wisatawan Mancanegara. Baik untuk berwisata maupun tujuan penelitian. Mengingat di tahun-tahun sebelumnya lokasi KKLD itu memang kerap menjadi lokasi tujuan pelajar maupun wisatawan untuk mendapatkan pengetahuan tentang penyu.

“Kita tentu berharap KKLD difungsikan kembali, sehingga kedepan spesies penyu di perairan Pesbar ini benar-benar terjaga dengan baik dan populasi penyu diharapkan bisa meningkat. Terlebih penyu merupakan salah satu hewan dilindungi,” pungkasnya.(yan/mlo)



Pos terkait