SPI Lampung Deklarasikan Kawasan Kedaulatan Pangan di Pringsewu

  • Whatsapp
Pemberian bantuan benih SPI 20 pada kelompok tani dilakukan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu, Siti Litawati di dampingi Kepala Dinas Perikanan Debi Hardian

Medialampung.co.id – Kawasan Daulat Pangan yang kini di kembangkan di Lampung termasuk Pringsewu bertujuan membuat wilayah tidak lagi bergantung /include dari luar.

“Seperti membuat pupuk, pakan ikan dan benih sendiri secara mandiri supaya petani itu berdaulat,” ungkap Ketua DPW Serikat Petani Indonesia (SPI) Lampung, Muhlasin, saat Deklarasi Kawasan Kedaulatan Pangan l di dusun Jatirenggo, pekon Waluyojati, Kecamatan Pringsewu, Minggu (1/11).

Bacaan Lainnya

Lanjutnya, salah satu Kawasan Kedaulatan Pangan program Jokowi Food Estate yang dideklarasikan di Lampung dibuat di dusun Jatirenggo pekon Waluyojati dan di dusun Pelayangan Pekon Pujodadi kecamatan Pardasuka.

“Saat ini  antusias petani cukup tinggi, bahkan  nantinya bakal banyak yang terlibat,” terangnya.

Untuk itu kini sedang dibuat areal percontohan di kawasan kedaulatan pangan yakni Padi Organik, dan ikan organik. 

“Kita mulai musim tanam besok padi organik. Dan ikan organik dari teman-teman  disini yang sudah memakai azolla untuk pakan,” beber Muhlasin.

Terkait hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) siap mendukung setiap usaha-usaha yang akan meningkatkan kualitas ketahanan pangan. 

“Termasuk apa yang dilakukan DPW Serikat Petani Indonesia (SPI) Lampung. Kami akan lakukan usaha pengawalan dan pendampingan kegiatan dalam mewujudkan kesejahteraan petani di Kabupaten Pringsewu, sebagaimana perwujudan Pringsewu Bersahaja,” jelas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu Pringsewu, Siti Litawati mewakili Bupati H Sujadi.

Hadir kepala Dinas Perikanan kabupaten Pringsewu, Debi Hardian, Kepala Pekon Waluyojati, Gunawan, Para Kelompok Tani dan kelompok Tani Wanita (KWT) dari perwakilan Pringsewu, Tanggamus dan Pesawaran. 

Dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan yang berkualitas, maka Pemkab Pringsewu terus berupaya meningkatkan produksi tanaman pangan dan hortikultura melalui intervensi program dan kegiatan bidang pertanian.

Kemudian penyediaan sarana infrastruktur pendukung seperti pengembangan bendungan way gatel, serta melalui regulasi Perda Kabupaten Pringsewu No.6/2015 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. 

“Untuk itu, usaha tersebut juga perlu mendapatkan dukungan dari seluruh stakeholder masyarakat, LSM serta pihak terkait lainnya,” jelas Siti Litawati.(sag/rnn/mlo)

Pos terkait