SPOnline 2020 Resmi Ditutup, Baru 17,9 Persen Warga Lambar Berpartisipasi

  • Whatsapp
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lambar Amiruddin, S.Si , M.M

Medialmapung.co.id – Jumlah penduduk di Kabupaten Lambar yang melakukan pengisian sensus penduduk online 2020 (SPOnline 2020) sebanyak 54.624 jiwa atau 17,9 % dari penduduk Kabupaten Lampung Barat yang berdasarkan proyeksi penduduk hasil SUPAS 2015 pada tahun 2020 sebanyak 305.376 jiwa. Hal itu sesuai dengan data hasil SPOnline 2020 yang telah resmi ditutup secara serentak di seluruh Indonesia pada Jumat (29/5)

“SPOnline 2020 telah berakhir dan telah ditutup secara resmi pada tanggal 29 Mei 2020 pukul 24.00 serentak di seluruh Indonesia,” ungkap  Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lambar Amiruddin, S.Si , M.M.

Bacaan Lainnya



Dipaparkannya,  secara nasional jumlah penduduk yang melakukan SP Online sebanyak 51,36 juta jiwa atau 19,05 persen dari jumlah penduduk Indonesia diproyeksi 270 juta jiwa. Di Provinsi Lampung, jumlah penduduk yang melakukan pengisian SP Online mencapai 1.916.593 jiwa atau mencapai 22,5 % dari perkiraan penduduk tahun 2020 (Proyeksi SUPAS 2005) sebanyak 8.534.849 jiwa. Sementara di Kabupaten Lampung Barat, penduduk yang melakukan pengisian SP Online sebanyak 54.624 jiwa atau 17,9 % dari penduduk Kabupaten Lampung Barat yang berdasarkan proyeksi penduduk hasil SUPAS 2015 pada Tahun 2020 sebanyak 305.376 jiwa.

Masih kata dia, Kecamatan di Kabupaten Lambar yang penduduknya terbanyak mengisi SPOnline2020, kata dia, yaitu Kecamatan Kebun Tebu 7.205 jiwa, Kecamatan  Air Hitam  6.689 jiwa, dan Kecamatan Suoh 6.673 jiwa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam mensukseskan Sensus Penduduk dengan metode Sensus Penduduk  Online,” tegasnya.

Kata Amiruddin, jika dilihat dari target awal sebesar 20% penduduk di Kabupaten Lambar, maka capaian SPOnline 2020 masih sedikit di bawah target. Tetapi capaian tersebut sudah bagus mengingat  SPOnline mensyaratkan tersedianya perangkat IT yang memadai, serta jangkauan sinyal yang baik, di seluruh wilayah Kabupaten. Jadi mungkin partisipasinya sudah cukup baik dengan kondisi yang ada sekarang.  

“Mudah-mudahan di bulan September 2020 semua penduduk bisa tercatat, untuk itu petugas perlu bekerja lebih keras, karena masih sekitar 83 % penduduk yang harus di data,” paparnya

Masih kata dia, bagi masyarakat yang belum sempat berpartisipasi dalam SP Online 2020 karena berbagai sebab, diharapkan kesediaannya untuk berpartisipasi pada tahap sensus penduduk berikutnya yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada September mendatang.  Untuk itu setiap keluarga perlu menyiapkan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan akta nikah bagi yang berstatus menikah. 

Lanjut dia, adapun metode yang akan digunakan pada bulan September tersebut adalah metode wawancara door to door atau pun mungkin metode lain yang akan disesuaikan dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat pada bulan September 2020.

Tingkat penularan wabah Covid-19 di Indonesia akan menjadi pertimbangan utama terhadap metode pendataan yang nanti dilakukan.

“Untuk itu peran serta pemerintah daerah melalui bupati dan jajaran pemerintah daerah di kecamatan hingga desa/kampung dan pekon akan sangat menentukan suksesnya pelaksanaan sensus wawancara tersebut,” ungkap dia.

Seraya menambahkan, BPS Lampung Barat akan selalu berkoordinasi dengan Pemkab Lambar agar seluruh penduduk Lampung Barat dapat terdata tanpa kecuali, sehingga hasilnya bisa maksimal dan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan di Kabupaten Lambar menuju Lampung Barat Hebat. (lus/mlo)



Pos terkait