Stabilisasi Harga Jual Produk Pertanian, Pemkab Lambar Gandeng PHRI dan Apindo

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemkab Lampung Barat dan Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Lampung dan pimpinan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Lampung melakukan audiensi membahas terkait dengan harga jual produk pertanian khususnya terkait dengan komoditas hortikultura, Senin (5/6). 

Acara yang digelar di Ruang Rapat Pesagi Sekretariat pemkab setempat tersebut, dihadiri oleh Sekkab Akmal Abdul Nasir mewakili Bupati Lambar yang berhalangan hadir, Ketua Komisi II komisi Sarwani, Staf Ahli  Bupati, Asisten, beberapa Kepala Perangkat Daerah, Wakil Ketua Apindo Provinsi Lampung Adi Susanto, Sekretaris PHRI Provinsi Lampung Friandi Hendrawan serta Perwakilan Gapoktan Lambar.

Bacaan Lainnya

Sekkab Lambar Akmal Abdul Nasir mengatakan, audiensi tersebut digelar dalam upaya stabilisasi harga komoditas hasil pertanian dan perkebunan.  Selanjutnya membahas keterkaitan penjajakan rencana kerjasama dibidang pemasaran hasil pertanian tanaman pangan dan hortikultura seperti, Wortel, Kol, Tomat, Cabe, Buncis dan juga Pisang jenis Cavendish, Ambon Lokal, Barangan Merah, Pisang Muli, Pisang Lilin, serta produk olahan hasil pertanian lainnya.

“Kami mengundang pimpinan Badan Pimpinan Daerah PHRI Provinsi Lampung dan Pimpinan APINDO Provinsi Lampung untuk dapat memberi saran dan pembinaan atau dibantu dalam pemasaran hasil pertanian tanaman pangan hortikultura,” ungkapnya. 

Terusnya, Pemkab Lambar berharap kepada pihak PHRI dan APINDO Provinsi Lampung dapat melakukan kerjasama yang saling menguntungkan dalam pemasaran komoditas pertanian di Lampung Barat yang saat ini harga jualnya tidak stabil.

Sementara Wakil Ketua Apindo Provinsi Lampung Adi Susanto mengatakan, Apindo membawahi perusahaan-perusahan di provinsi Lampung, selama ini Apindo bicaranya bagaimana tentang pekerjaan dan menentukan upah.

“Asosiasi Pengusaha Indonesia di dalamnya ada Usaha Mikro, Kecil dan menengah (UMKM). Pengembangan UMKM ini dibutuhkan sinergi, tanpa kita bersinergi percayalah hasil produk kita tak akan laku dipasaran,” kata dia. 

Sementara  Sekretaris PHRI Provinsi Lampung Friandi Hendrawan mengatakabengan adanya forum ini, harapannya menghasilkan klu-klu atau gambaran konsep seperti apa membatu dalam bentuk kerjasama win-win solution terkait pemasaran pertanian holtikultura dan perdagangan.

“Harapannya pertemuan ini menghasilkan konsep awal dan merumuskan ke hal lebih detail. Saya yakin dengan kerja keras dan upaya positif apa yang menjadi masalah krusial saat ini dihadapi akan teratasi. Mohon Pemkab dan DPRD Lambar untuk stay memposisikan sebagai mitra strategis agar menghasilkan rumusan yang mempunyai dampak win-win solution di kedua belah pihak,” pungkasnya. (nop/mlo)


Pos terkait