Stok Alat Rapid Antigen di Sejumlah Puskesmas Habis, Upaya Tracing Terhambat 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Penelusuran riwayat atau tracing pasien Covid-19 di sejumlah Kecamatan seperti di Kecamatan Batuketulis, Batubrak dan Balikbukit terhambat. Hal itu dikarenakan stok alat rapid antigen di puskesmas tersebut habis.

Seperti yang diungkapkan Kepala UPT Puskesmas Batuketulis, Sarwo Edi Wahono. Dia mengatakan pihaknya telah kehabisan stok rapid antigen. Akibatnya, tim tracer yang bekerja melakukan tracing atau penelusuran terhadap pasien Covid-19 menjadi terkendala.

Bacaan Lainnya

“Ya, ketersediaan rapid test antigen di tempat kami habis. Dan saat ini kami belum mendapat pasokan, sehingga ini menjadi kendala dalam kegiatan tracing,” ujarnya.

Meski demikian, kata dia, pihaknya telah mengajukan alat rapid test antigen tersebut ke Dinas Kesehatan. Sayangnya Dinas Kesehatan juga kehabisan stok alat rapid test antigen. “Sudah kami ajukan ke Dinas, tapi disana kehabisan stok juga,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan kepala UPT Puskesmas Batubrak, Nezwan, S.K.M, Akibat pasokan rapid test antigen kosong, kegiatan tracing di wilayah kerjanya itu juga terhambat.

Namun, petugas Puskesmas tetap melakukan pemantauan hingga anjuran untuk isolasi mandiri bagi warga yang memiliki riwayat kontak dengan pasien terkonfirmasi sebelum alat rapid test antigen tersebut kembali tersedia.

“Ya memang jadi kendala sekali, karena untuk memastikan orang itu positif atau tidaknya belum bisa dan kalaupun mengandalkan alat swab PCR menunggu hasilnya juga lama bisa –bisa sampai warga yang terpapar sudah selesai isolasi dulu,” jelasnya.

Padahal, kata dia, saat ini kegiatan tracing melalui rapid test antigen seharusnya masih berjalan untuk pencegahan dan pengendalian wabah Covid-19.

“Harusnya sampai hari ini tracing dan testing masih jalan, tapi itu kendalanya kita tidak kehabisan alat pendukung,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala UPT Puskesmas Liwa Harjunadi, S.St, juga mengatakan bahwa stok rapid test antigen di puskesmas setempat juga habis. “Iya habis, kita juga masih menunggu dari dinas,” singkatnya. 

Sementara, hingga berita ini diturunkan belum ada informasi lebih lanjut dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lambar, saat di hubungi via ponselnya Kadiskes dan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit belum merespon.(edi/mlo)


Pos terkait