Stop Inovasi ‘Nyeleneh’ yang Hamburkan Anggaran

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Wakil Ketua Badan Anggaran (Banang) DPRD Kabupaten Lampung Barat Erwansyah, SH., mengkritik inovasi-inovasi yang digulirkan pemerintah daerah yang menurutnya tidak jelas, dan hanya digulirkan agar menyenangkan pimpinan dan terlihat bekerja.

Hal itu disampaikan politisi Partai Gerindra tersebut pada Raat Kerja Banang DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), pembahasan tentang Laporan Pertanggunjawaban (LPj) atas Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2020 di ruang sidang Marghasana DPRD setempat, Kamis (24/5). 

Bacaan Lainnya

Erwansyah mengingatkan Perangkat Daerah untuk tidak lagi merencanakan kegiatan dan berinovasi yang tidak jelas. Karena ia melihat banyak pengeluaran yang tidak jelas, dan terkesan menghabiskan anggaran saja. 

“Sudah dulu usulan inovasi nggak jelas, jangan sampai habis anggaran untuk inovasi nggak jelas, jangan karena agar baik depan pimpinan dan terlihat bekerja saja,” ungkap Iwan Anisa—sapaan Erwansyah. 

Menurutnya, perangkat daerah dimaksud salah satunya Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar). Ia meminta perangkat daerah tersebut untuk mulai mengirit anggaran, terlebih di masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). 

“Hal-hal yang tidak menghasilkan uang itu stop saja, tolong evaluasi soal pariwisata ini, karena dimana-mana pariwisata jadi masalah, mudah-mudahan dana pariwisata dan olahraga bisa difokuskan untuk hal lain,” tegasnya. 

Sementara itu, Kepala Disporapar Lambar Tri Umaryani, S.P, M.Si., mengklaim, pihaknya telah berupaya melakukan efisiensi anggaran, termasuk salah satunya mengurangi pegawai pada di Wisma Sindalapai. 

“Dari sisi pengelolaan anggaran di Disporapar, adanya Covid-19 anggaran Rp5 miliar dalam rangka mendukung kinerja baik urusan wajib dan urusan pilihan, untuk urusan wajib di bidang olahraga dan kepemudaan kemudian urusan pilihan yakni bidang pariwisata. 

“Kalau melihat keberhasilan, pada tahun 2020 kunjungan pariwisata mencapai 292 ribu lebih, ini tidak terlepas upaya yang dilakukan Disporapar, dan pembinaan terhadap destinasi dan pendukung lainnya,” ujarnya. 

Keberhasil lainnya berkat inovasi dilakukan, kata dia, pengembangan desa wisata, sata ini di Lambar terdapat 22 desa wisata, dan pihaknya juga sedang mengembangkan sekolah penggerak wisata.

“Kemudian kami juga menggagas pemuda pelopor pariwisata. Inovasi-inovasi ini tidak bisa serta merta langsung bisa dilihat hasilnya, kalau lihat indikator kinerja upaya promosi, pembinaan, dan peningkatan amenitas berpengaruh pada kinerja,” pungkasnya. (nop/mlo)




Pos terkait