Sudah Pertengahan Tahun DAK Fisik Belum Masuk Kasda

  • Whatsapp

Medialampung.co.id, BALIKBUKIT – Dana alokasi khusus (DAK) fisik hingga kemarin, Kamis (20/6/2019) di Kabupaten Lambar belum terserap. Itu karena dana yang bersumber dari pemerintah pusat tersebut belum ada yang masuk ke kas daerah (kasda) khususnya tahap I.

“Untuk DAK fisik, dananya hingga kini belum masuk ke kas daerah, karena masih dalam proses kontrak dan mudah-mudahan minggu depan sudah masuk. Tapi kalau untuk DAK non fisik sudah ada yang masuk,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Drs. Daman Nasir, M.P, kemarin.

Bacaan Lainnya



Dijelaskannya, target penerimaan DAK tahun 2019 di Kabupaten Lambar sebesar Rp243,644 miliar lebih, rinciannya DAK fisik Rp143,472 miliar lebih dan DAK non fisik Rp100,172 miliar lebih. DAK fisik belum ada realisasinya sedangkan DAK non fisik Rp100,172 miliar lebih telah terealisasi Rp32.002 miliar lebih per akhir Mei lalu.

Dipaparkannya, realisasi DAK sebesar Rp32,002 miliar lebih itu merupakan DAK non fisik yang terdiri dari DAK tunjangan profesi guru Rp18,849 miliar lebih dari target Rp62,833 miliar lebih atau 30,00 persen, DAK tambahan tunjangan guru PNS/non profesi Rp305 juta lebih dari target Rp1,017 miliar lebih atau 30,00 persen, bantuan operasional penyelenggaraan PAUD Rp1,357 miliar lebih dari target Rp2,844 miliar lebih atau 47,72 persen, serta DAK bantuan operasional kesehatan Rp7,093 miliar lebih dari target Rp15,223 miliar lebih atau 46,60 persen.

Kemudian, DAK pelayanan administrasi kependudukan Rp1,179 miliar lebih dari target Rp1,225 miliar lebih atau 96,23 persen, DAK tunjangan khusus guru Rp2,089 miliar lebih dari target Rp6,964 miliar lebih atau 30,00 persen, DAK penyelenggaraan kesetaraan Rp799 juta lebih dari target Rp1,598 miliar lebih atau 50,00 persen, serta DAK pelayanan kepariwisataan Rp329 juta lebih dari target Rp658 juta lebih atau 50,00 persen.

Selanjutnya, untuk DAK operasional keluarga berencana di target Rp4,322 miliar lebih, DAK jaminan persalinan Rp2,025 miliar lebih, serta DAK akreditasi rumah sakit/puskemas Rp1,460 miliar lebih, belum ada realisasinya hingga akhir Mei.

“Pencairan DAK dilakukan empat tahap yaitu triwulan I sebesar 30 persen, triwulan II sebesar 25 persen, triwulan III 25 persen serta sisanya di triwulan IV,” tandasnya.(lusiana)



Pos terkait