Sudir Menyesal Telah Menghabisi Nyawa Paman Angkatnya

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Setelah sempat bungkam pasca menyerahkan diri setelah membunuh Nasir, akhirnya Sudirman bim Jongker (24), mengungkap apa alasannya melakukan penganiayaan kepada Nasir.

“Niat saya sebenarnya hanya memberikan pelajaran apalagi Ia masih Paman angkat saya, akan tetapi ternyata tusukan saya itu menyebabkan ia kehilangan nyawa Oleh sebab itu saya sangat menyesal dan meminta maaf kepada keluarga besar yang ada di Negara Batin,” ujar Sudirman.

Bacaan Lainnya


Sudirman dan Nasir sendiri sama-sama warga Kampung Negara Sakti, Kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Waykanan. Keduanya sudah saling kenal karena bertetangga.

Lebih jauh, Sudirman menerangkan bahwa dirinya memang bukan asli orang Negara Batin, oleh karena itu dia mencari perlindungan dengan mencari saudara angkat, akan tetapi sesuatu yang menyakitkan terjadi, dia menduga justru istrinya menjalin hubungan gelap dengan Nasir.

“Dugaan perselingkuhan itu saya ketahui saat kurang lebih 20 hari yang lalu, ketika saya memergoki Nasir berada di dalam rumah saya, padahal saat itu sudah larut malam,” tuturnya.

Saat itu, Sudirman yang bekerja sebagai sopir baru pulang kerja sekitar jam 10 malam memergoki Nasir ada di rumahnya dengan kondisi hanya menggunakan celana pendek tanpa baju.

“Ketika Nasir melihat saya datang, dia langsung pergi, saat itu juga saya melihat istri saya langsung pucat pasi dan ketakutan, dan saat saya tanyakan istri saya mengaku kalau memang antara dirinya dan Nasir itu ada hubungan gelap,” papar Sudir.

Setelah mendapatkan pengakuan dari istrinya itu Sudir langsung melaporkannya ke Polsek Pakuan Ratu yang memberikan kesempatan untuk berdamai.

“Tetapi niat baik saya itu hanya dipandang sebelah mata oleh Nasir dan keluarganya mungkin karena melihat saya hanya orang kecil, sehingga membuat saya semakin kesal,” akunya.

Saat kejadian itu, Sudir sedang membawa mobil dan melihat Nasir sedang mencuci motor tidak jauh dari rumahnya, dia pun menghampiri Nasir dan menanyakan tentang permasalahan antara mereka namun keduanya justru terlibat percekcokan.

Dikuasai emosi, Sudir kembali ke mobil mengambil sajam dan langsung menghujamkannya berkali-kali ke tubuh Nasir.

“Setelah melihat dia tersungkur saya langsung menyelamatkan diri bersembunyi dalam perkebunan karet, jadi saya tidak tahu kalau dia itu meninggal dunia, saya sangat menyesal apalagi setelah kejadian ini istri saya kabur dengan meninggalkan dua orang anak saya,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Waykanan, Iptu Des Herison mewakili Kapolres Waykanan AKBP Binsar Manurung, membenarkan kejadian tersebut, dan saat ini pihaknya telah mengamankan pelaku.

“Iya benar. Kemarin kami dari Tekab 308 Satreskrim langsung ke TKP untuk mengamankan Pelaku sekitar Pukul 21.00 WIB. Pelaku berhasil kita amankan di pinggir jalan yang tidak jauh dari Kampung Negara Sakti,” ujar Kasat Reskrim.

Dia menerangkan, Motif Pembunuhan tersebut didasari karena adanya dugaan perselingkuhan antara korban dan istri pelaku.

“Atas perbuatannya, pelaku kita jerat dengan Pasal 340 KUHP, dengan ancaman hukuman seumur hidup atau 20 tahun penjara,” jelas IPTU Des Herison.(wk1/mlo)


Pos terkait