Sugeng Optimis Tahun Ini Pekon Rigisjaya Keluar dari Status Pekon Tertinggal

  • Whatsapp
Peratin Pekon Rigisjaya Kecamatan Airhitam Sugeng

Medialampung.co.id – Hingga kini terdapat 14 pekon di Kabupaten Lambar yang masih menyandang status tertinggal, salah satunya adalah Pekon Rigisjaya Kecamatan Airhitam.

Berdasakan indeks desa membangun (IDM) Kabupaten Lambar tahun 2019, nilai IDM Pekon Rigisjaya adalah 0,5619, dengan tiga indikator yaitu indeks komposit sosial (IKS) 0,6857, indeks komposit ekonomi (IKE) 0,4000, serta indeks komposit lingkungan (IKL) 0,6000.

Bacaan Lainnya



Jika melihat nilai tersebut maka Pekon Rigisjaya sudah banyak mengalami kemajuan dan dapat segera keluar dari status pekon tertinggal.

“Target kita tahun ini Pekon Rigisjaya akan keluar dari status pekon tertinggal karena dengan melihat nilai IDM yang ada maka kekurangannya tinggal sedikit lagi,” kata Peratin Rigisjaya Sugeng saat ditemui di GSG Ratu Piekulun RSUD Alimuddin Umar, Rabu (12/2) .

Ia menjelaskan, jika melihat dari indeks komposit sosial, Pekon Rigisjaya sudah maju,  begitu juga dengan indeks komposit ekonomi juga telah terjadi peningkatan, salah satunya dikarenakan adanya Kampung Kopi sebagai objek wisata andalan Pekon Rigisjaya dan juga salah satu objek wisata yang  menarik di Kabupaten Lambar.

“Dengan adanya kampung kopi tersebut, pendapatan ekonomi masyarakat setempat mulai meningkat,” imbuhnya.

Lanjut dia, untuk memajukan ekonomi dalam bentuk pengembangan kelompok wanita tani (KWT). Dimana BUMPekon Maju Bersama siap menampung hasil KWT untuk dipasarkan di objek wisata Kampung Kopi.

“Pada tahun 2019 lalu, BUMPekon dialokasikan modal sebesar Rp50 juta, kemudian tahun ini Rp20 juta  untuk menunjang kegiatan petik kopi merah,” kata dia seraya menambahkan, BUMPekon Maju Bersama telah memiliki kontribusi, seperti halnya tahun lalu terdapat keuntungan usaha sekitar Rp4 juta dan tahun 2018 sekitar Rp3,8 juta.

Masih kata dia, untuk  Kampung Kopi dikelola BUMPekon dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). “Hampir setiap hari objek wisata Kampung Kopi dikunjungi oleh para pengunjung, namun pengunjung yang ramai pada hari Sabtu dan Minggu. Pengunjung tidak hanya berasal dari Kabupaten Lambar melainkan dari luar daerah seperti halnya Provinsi Sumatera Selatan, Kabupaten Waykanan dan Bandarlampung,” ucap Sugeng seraya menambahkan, selain produk kopi, KWT juga mengelola usaha produk pisang mentah dan pisang yang diolah menjadi keripik. (lus/mlo)



Pos terkait