Suharma Sebutkan 2 Program Skala Kabupaten di Pekon Tribudisyukur

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tahun ini (2021), Pekon Tribudisyukur, Kecamatan Kebuntebu, Kabupaten Lampung Barat, menjadi perwakilan dari sepuluh pekon di kecamatan itu pada ajang Lomba Tertib Pekon tingkat kabupaten, dan sebagai Kampung Tangguh Nusantara (KTN). 

Didaulatkan Pekon Tribudisyukur dalam dua program tersebut sebagai bentuk pembuktian atas keberhasilan masyarakat dan aparat pekon setempat dalam menjalankan program-program yang digulirkan pemerintah, dalam rangka mendorong kemajuan dan kemandirian pekon menuju Pekon Tribudisyukur Hebat dan Sejahtera. 

Bacaan Lainnya


Disampaikan Peratin E. Suharma, Lomba Pekon Tertib. Dalam pelaksanaanya leading sektornya Satpol-PP. Dimana bentuk penilaian yang diberikan cenderung ke bidang keamanan dan ketertiban lingkungan, seperti rutinitas kegiatan ronda, kemudian keteladan masyarakat tidak buang sampah sembarangan, kedisiplinan program Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Stop Buang Air Besar (BAB) sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) 

Sementara, diberikannya status Kampung Tangguh Nusantara yang merupakan Program Polri, tentunya dilihat dari berbagai aspek ketertiban masyarakat. 

Diantaranya di bidang kesehatan, adanya fasilitas Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), bidan dan perawat desa, berikut bidan dan perawat yang melakukan praktek swasta, serta tersedianya Posbindu. 

Di bidang pangan, yang secara garis besar tidak ada kendala, seperti adanya kasus kelaparan. Melainkan justru dalam bidang Pangan Mandiri (PM), masyarakat rata-rata berprofesi sebagai petani multi. Seperti berkebun kopi, padi sawah, kolam ikan dan tanaman hortikultura (sayuran). Yang artinya untuk ketersediaan kebutuhan pokok sehari-hari tidak semuanya dibeli

Di bidang sosial dan ekonomi. Saat ini di setiap pemangku ada kelompok usaha bersama, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta usaha warga sarana (mesin) huller padi, serta keberadaan Kelompok Tani (Poktan).

Bidang Keamanan dan Ketertiban, lingkungan yang kondusif melalui gerakan roda yang didukung dengan kepemilikan Sepuluh unit Pos Kamling, yang dibangun Dua unit setiap pemangku. Berikut adanya Sepuluh orangan petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan Lima orang petugas Linmas.

Juga bidang informasi dan komunikasi, lebih dari Sembilan Puluh persen warga menggunakan alat komunikasi jarak jauh (gadget/handphone). Serta penggunaan jaringan wi-fi, oleh sekitar 20 Kepala Keluarga (KK)

“Dan yang tidak kalah pentingnya di bidang pendidikan, secara umum di Pekon Tribudisyukur untuk sarana formal adanya SD Negeri 1 dan SD Negeri 2, adanya SMP yang saat ini masuk wilayah pekon pemekaran Tribudi Makmur, dan adanya SMK Negeri. Serta pendidikan non formal Pendidikan Usia Dini dan Tempat Pembelajaran Al-Qur’an (TPA) serta Pondok Pesantren (Ponpes),” jelas Suharma.

Atas semua program yang tahun ini dilaksanakan Pekon Tribudisyukur tersebut E. Suharma berharap apa yang dilakukan memberikan dampak yang luas dalam kemajuan masyarakat pekon. (r1n/mlo)




Pos terkait