Sukaraja Targetkan Jadi Sentra Tanaman Pisang Cavendish

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Komoditas tanaman pisang Cavendish atau lebih dikenal dengan Pisang Ambon Putih kini semakin diminati oleh kalangan petani. Bahkan, sejumlah pekon menargetkan untuk menjadikan wilayahnya sebagai salah satu sentra produksi tanaman yang mulai trend di Kabupaten Lampung Barat tersebut.

Seperti di Pekon Sukaraja, Kecamatan Batubrak. Untuk memotivasi petani di wilayah setempat, Peratin Ali Sanjaya kini tengah konsen untuk mendulang keberhasilan dalam bercocok tanam pisang Cavendish, dimana populasi yang di tanaman saat ini telah mencapai 3000 batang.

“Ada banyak keunggulan dari menanam pisang cavendish, selain permintaan pasar yang terus meningkat, masa panennya pun relatif lebih cepat karena masa panen disesuaikan dengan usia tanam. Oleh karena itu kegiatan usaha tanam ini sangat menjanjikan,” kata dia.

Saat ini, lanjutnya, ribuan bibit yang telah ditanam itu diperolehnya dari sejumlah pemasok, dengan harga bervariasi yaitu untuk bibit yang berasal dari proses dongkelan dibandrol seharga Rp5.000/batang, dan untuk bibit yang berasal dari semi culture atau Polybag seharga Rp10.000/Batang.

“Masa Pertumbuhan tanaman ini relatif lebih cepat jika dibandingkan dengan jenis pisang ambon lokal. Karena cukup membutuhkan sekitar 8-9 bulan usia masa tanam. Perbandingannya, masa panen jenis Pisang lokal membutuhkan waktu antara 1 hingga 1,5 tahun,”jelasnya.

Selain itu, ia juga menilai bahwa harga jual dipasaran pun cukup tinggi, dimana untuk jenis Cavendish sendiri bisa dijual seharga Rp3.100/kg dan per tandan mencapai bobot sekitar 30 Kg, sehingga jika dikalkulasikan penghasilan cukup besar. 

“Ini dapat menjadi peluang baru bagi petani, sehingga kami berharap agar masyarakat dapat ikut melakukan budidaya tanaman pisang Cavendish sebagai penghasilan tambahan mengingat di pekon sukaraja masih banyak lahan yang belum digarap dan ini menjadi peluang emas yang harus dimanfaatkan,” ajaknya.(edi/mlo)



Pos terkait