Suku Semende Gelar Ritual Bersih Pusaka

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Setiap momentum Tahun Baru Islam, di tanggal 10 Muharam Masyarakat (Suku) Adat Semende, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) menggelar ritual adat berupa Bersih Pusaka dengan istilah ‘Pangku Paliare Pusake Punyang Awak Adat Semende’ yang dipusatkan di Pekon Gunungterang, sebagai salah satu keturunan tertua (tunggu tubang).

Dalam ritual bersih pusaka tersebut, ada beberapa prosesi yang dilakukan, diantaranya pembersihan pusaka yang dilakukan pada tanggal 9 Muharam, kemudian dihari berikutnya yakni 10 Muharam dilaksanakan acara puncak berupa hajat atau do’a yang diikuti para tetua (tokoh) adat hingga komponen masyarakat adat.

Bacaan Lainnya



Peratin Pekon Gunungterang Mahmudin, menyebutkan bahwa bersih pusaka tersebut merupakan agenda rutin, dimana biasanya selain di pekon tersebut juga dilakukan di Pekon Mutaralam merupakan salah satu kampung tua suku semende.

Tentunya, kata dia, bersih pusaka itu salah satu budaya yang sampai saat ini masih terjaga dalam kehidupan adat Semende di wilayah itu,  termasuk keberadaan pusaka yang menjadi bukti sejarah yang keberadaannya hanya dikeluarkan ketika ada acara tertentu (sakral).

“Selain merupakan tradisi adat, di era modern ini bersih pusaka menjadi salah satu sarana silaturahmi warga masyarakat khususnya suku Semende yang keberadaanya sudah menyebar hingga luar daerah,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu Mahmudin menyampaikan terimakasih kepada para tokoh ada masyarakat yang terus memberikan tuntunan kepada generasi penerus adat untuk dapat  mengetahui dan melanjutkan teradisi yang diawariskan turun-temurun oleh para leluhur suku semende. “Karena ini merupakan tradisi adat, yang mungkin di zaman modern ini sesuatu yang unik, kami berharap saat adanya porsesi peringatan adanya peran serta pemerintah,” harapannya.

Terpisah salah satu pemuda Semende dari Pekon Mutaralam Jefri Ardiansah merasa bangga karena tradisi yang menjadi warisan leluhur atau istilah puyang di suku semende masih terjaga dengan baik. Artinya kata dia penerus suku masih memegang teguh amanah budaya yang diwariskan untuk terus menjaga persaudaraan. (rin/mlo)



Pos terkait