Sumur Putri Jadi Objek Wisata Andalan Kota Bandarlampung

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemerintah Kota Bandarlampung akan membuat Sumur Putri sebagai Icon Objek Wisata Alam Bandarlampung.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandarlampung M. Yudhi mengungkapkan, pihaknya telah mendapatkan bantuan dari Kementerian untuk melakukan pembangunan destinasi wisata di Sumur Putri dan menjadi icon baru bagi kota Bandarlampung. 

Bacaan Lainnya


“Pembangunan Wisata Sumur Putri dengan menggunakan anggaran DAK ini, bisa menjadi salah satu langkah awal kita lah untuk mempunyai destinasi wisata unggulan, kita bisa lihat sekarang ini sudah ada tempat souvenir, tempat jajan atau kuliner, ada juga tempat-tempat untuk tamu, kamar mandi, lanjut lagi kita akan membuat Gazebo Panggung untuk istirahat para wisatawan. dan permainan anak-anak serta akan ada pagar terapi segala macam,” tuturnya.

Pembangunannya, lanjut Yudhi, akan segera diselesaikan pada akhir tahun 2020 dan segera beroperasi pada Januari 2021 sesuai instruksi Walikota.

Dia juga menegaskan bahwa nantinya pengelolaan Destinasi Wisata Sumur Putri tidak melibatkan pihak ketiga tapi langsung berada di bawah Pemerintah Kota Bandarlampung 

“Untuk anggaran pembangunan di Underpass dan ada di sumur putri menghabiskan sekitar Rp1,1 Miliar, tetapi ada tambahan dana hibah juga untuk revitalisasi sumur putri sekitar 2 sekian,” imbuhnya.

Yudhi juga menambahkan proses pembangunan objek wisata sumur putri sudah berjalan sejauh 70 % dan tinggal penyelesaian saja.

“Hingga saat ini sudah banyak wisatawan dari luar daerah Lampung yang berdatangan untuk berwisata,” ungkapnya

Setelah pembangunan selesai dilakukan, diharapkan lebih banyak lagi wisatawan yang datang untuk berwisata di Sumur Putri termasuk, karena dapat dipastikan tidak dipungut biaya masuk sesuai instruksi Walikota Bandarlampung Herman HN. 

“Walikota tidak ingin ada pungutan, tapi mungkin nanti ada biaya parkir untuk kendaraan yang dijaga oleh masyarakat sekitar karena peruntukannya kan buat warga sini juga, jangan sampai karena kita tidak mengelola parkirnya, motor wisatawan hilang. Tapi intinya kalau pun ada biaya, itu tujuannya untuk keamanan pengunjung juga,” tandasnya.(*/mlo)



Pos terkait