Susur Gunung Seminung, Puluhan Pendaki Bersihkan Sampah 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Sebanyak 80 orang lebih pendaki dari Provinsi Lampung dan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memadati jalur dan puncak Gunung Seminung sejak Sabtu-Minggu (9-10/1).

Mereka sengaja berkumpul untuk menggelar aksi bersih-bersih gunung Seminung dari sampah yang berserakan di sepanjang jalur hingga puncak. Puluhan pendaki tersebut dilepas oleh Kanit Polhut KPH 2 Liwa sekaligus Kepala Resort Pesagi Seminung Drs. Bambang Irawan didampingi Ketua Kelompok Peduli Seminung Edi Gunawan. 

Bacaan Lainnya

Kepala Resort Pesagi Seminung Bambang Irawan menuturkan, pihaknya menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan oleh para pendaki tersebut. Karena, ini dapat menjadi contoh bagi para pendaki dan pengunjung agar turut serta menjaga kebersihan terutama tidak membuang sampah plastik sembarangan yang dampaknya dapat merusak ekosistem.

“Kegiatan ini lahir dari inisiatif mereka yang peduli terhadap kondisi sampah yang berserakan di jalur dan puncak Gunung Seminung, sehingga harapan kami ini bisa memotivasi para pengunjung lainnya untuk tidak membuang sampah sembarangan, karena sampah plastik yang ditinggalkan membutuhkan waktu puluhan tahun agar bisa terurai di tanah sehingga lama kelamaan akan merusak ekosistem,” ujar Bambang.  

Sementara, dari hasil kegiatan tersebut ada puluhan kilogram sampah yang berhasil dimusnahkan, sampah tersebut didominasi sampah plastik, dan merupakan sisa barang bawaan pendaki yang tidak lagi dibawa turun.

“Mulai dari bungkus plastik bekas makanan ringan, permen, mie instan, dan botol plastik bekas air mineral. Tapi itu sudah berhasil dibersihkan semoga kedepan kesadaran pengunjung akan lebih meningkat,” jelasnya. 

Sementara itu, Ketua Kelompok Peduli Seminung Edi Gunawan mengatakan, pihaknya turut menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang digagas oleh para pendaki tersebut, terkait banyaknya sampah di lokasi itu pihaknya juga sangat menyayangkan. Sebab sebagai salah satu kelompok pengelola pihaknya mengaku tidak lelah mengingatkan para pengunjung dan pendaki untuk selalu memperhatikan soal kebersihan lingkungan. 

“Kita sendiri telah menempuh langkah-langkah antisipasi terkait persoalan sampah di gunung ini. Diantaranya penyuluhan oleh petugas di pos-pos masuk, pemasangan papan peringatan, hingga pemeriksaan barang bawaan pada saat masuk dan pintu ke luar pendakian. Namun itu semua kembali pada kesadaran masing-masing, namun kami berharap kita bisa bersama-sama menjaga kelestarian alam,” ajaknya seraya menambahkan bahwa sampah yang ditinggalkan di gunung, selain bisa merusak ekosistem dan mencemari sumber air, juga membahayakan bagi satwa-satwa yang tinggal didalamnya.(edi/mlo)


Pos terkait